Pengamat Pastikan Pilkada Jatim Paling Rumit dan Sulit di Indonesia

Foto Ilustrasi

Surabaya, Bhirawa
Melihat trend hasil survey pilkada jatim, menurut pengamat dari Universitas Trunojoyo, Surokhim menegaskan potensial menjadi pilkada paling rumit dan sulit di Indonesia. Karena batas dan perbedaan tipis antar calon.
“Dalam posisi seperti itu maka seberapapun kecil akan menjadi penting kontribusinya. Saya memprediksi vote buying akan semakin tinggi dan pertempuran kedua bacagub patut diwaspadai hingga hari H,”tegasnya saat dihubungi lewat telpon genggamnya, Selasa (13/3).
Trend ini juga akan ditambah pertempuran udara antarkedua belah pihak yang juga trend nya bersaing sengit. Semua akan menjadi penting dan patut untuk diperhitungkan. Ini sekaligus kedua kandidat perlu kerja lebih keras lagi guna meraih undecided voters.
“Wilayah wilayah rawan kecurangan dan vote buying termasuk money politics akan semakin canggih untuk menambah perolehan suara diwilayah wilayah rawan kecurangan. Selain itu kandidat juga punya problem untuk memantapkan dukungan weak voters menjadi strong voters yang jumlahnya masih tinggi,”tambahnya.
Terpisah, Sekretaris tim pemenangan Khofifah Indar Parawansa-Emil Elistianto Dardak, Renville Antonio mengaku tidak kaget dengan hasil survei Litbang Kompas yang menyatakan Khofifah-Emil unggul tipis. Menurut dia, dari hasil survei lembaga lain, elektabilitas Khofifah-Emil juga sudah leading dari pasangan Saifullah Yusuf-Puti Guntur Soekarno.
“Kalau dari beberapa lembaga survei yang masuk memang kami sudah unggul,”tegasnya.
Dia mengatakan, banyak lembaga survei Kredibel yang menyatakan kalau pasangan Khofifah-Emil unggul. Renville mengaku, timnya tetap akan menjadikan acuan, agar memenangkan pertarungan di Pilgub Jatim.
“Kami percaya dengan lembaga survei yang jelas, itu akan jadi acuan,” tambahnya.
Renville optimis, dalam dua minggu kedepan, elektabilitas Khofifah-Emil akan melesat lebih tinggi lagi. Pasalnya, beberapa ketum parpol sudah bergerak turun kebawah. Struktur tim pemenangan juga sudah bekerja all Out, untuk merebut suara di grass root.
“Dalam dua minggu kedepan Insya Allah akan unggul lebih besar lagi,” katanya.
Sekadar diketahui, hasil survei Litbang Kompas menempatkan Khofifah-Emil unggul tipis, dengan elektabilitas 44,5 persen. Sementara, rivalnya, pasangan Gus Ipul-Puti elektabilitasnya 44 persen.
Khofifah-Emil unggul di Mataraman, Madura dan Banyuwangi. Sedangkan, Gus Ipul unggul di di wilayah Arek dan Tapal Kuda yang meliputi Surabaya hingga Jember. [cty]

Tags: