Menjadi Orang Tua Bijak Memilih Pendidikan Anak

Oleh :
Puji Sumarsono
Dosen FKIP Universitas Muhammadiyah Malang & Asesor Sekolah/Madrasah BAP Jatim.

Bulan-bulan ini para orang tua/ wali murid mulai disibukkan untuk memilih sekolah buat putra putrinya. Sebagian sekolah bahkan sudah menutup pendaftaran lebih dini karena kuota yang sudah terpenuhi. Sebagian sekolah yang lain bahkan sudah menutup pendaftaran untuk 2-3 tahun kedepan karena menggunakan sistem inden.Fenomena ini menunjukkan bahwa jumlah sekolah favorit dan berkualitas masih sangat terbatas.
Sedangkan menurut ketentuan undang-undang, Negara harusnya menjamin pendidikan yang berkualitas di seluruh pelosok nusantara. Undang-Undang SISDIKNAS tahun 2003 pasal 5 ayat (1) menyebutkan, “setiap warga negara mempunyai hak yang sama untuk memperoleh pendidikan yang bermutu”. Adalah fakta yang telah diakui oleh pemerintah bahwa salah satu persoalan pendidikan adalah layanan pendidikan yang belum merata.
Mengingat memang tidak semua sekolah adalah sekolah favorit dan berkualitas, olehkarenaitu orang tuajangansampai “salah” memilih sekolah. Selama ini sekolah favorit diidentikan dengan sekolah yang berkualitas dan biayanya mahal. Namun anggapan ini tidak selalu benar mengingat banyak sekolah yang secara financial lebih mahal tapi outputnya juga tidak terlalu istimewa. Sebaliknya, ada sekolah yang secara financial murah namun mampu memiliki lulusan yang istimewa. Secara umum terdapat ciri-ciri umum sekolah favorit yang berkualitas.
Ciri Sekolah Berkualitas
Pertama, memiliki nilai akreditasi A yang masih berlaku dari Badan Akreditasi Nasional Sekolah Madrasah (BAN-SM). Nilai akreditasi A berarti sekolah memiliki kualitas unggul karena memenuhi kriteria 8 StandarNasionalPendidikan (SNP) diantaranya aspek isi (kurikulum), proses, kompetensilulusan, pendidikdantenagakependidikan, saranadanprasarana, pengelolaan, pembiayaan, danpenilaian. Diantarakedelapanaspektersebut, sekolahharusmemilikinilaisecarameratadantidaktimpangantarastandarsatudanlainnya.Informasinilaiakreditasibisadicekdi website BAN http://bansm.or.id/ataukesekolahatauDinasPendidikankota/kabupatensetempat.
Kedua, mutu alumni ataululusan.Lulusan yang bermutumengindikasikanbahwasekolahtersebutmemiliki proses pembelajaran yang berkualitasdengandidukungberbagaikomponenbaikitu guru, kurikulum, fasilitasdll. Mutululusansecaraumumbisadilihatdarilulusan yang diterima di sekolah yang berkualitas.Alumni memilikiperanaktif yang mampumenggerakkanperubahandanmewarnai di setiaplinikehidupan di masyarakat.Dalampandanganpragmatismasyarakatluas,lulusandianggap bermutujika mampu bekerja di perusahaanatau institusi yang memilikinamabesarpadatingkatnasionaldanmultinasionaldengangaji yang tinggi.
Ketiga, siswamemilikibanyakprestasi.Siswaberprestasibisadilihatdarikemampuannyamemenangiberbagailombasertakemampuannyamenggalisertamengembangakanbakatdanminatnya.Padabagianinimasyarakatharusadilmelihatprestasisiswa yang tidakhanyadilihatdarisisiakademikkarenamanusiadiberikanberbagaipotensi agar mampumengembangkandiridanmampumenjadimanusia yang berguna.Howard Gardner menyebutkanbahwamanusiamemilikikecerdasantidakterbatas yang dikenaldenganMultiple Intellegence(kecerdasanmajemuk).Untukmemudahkanmemahamikecerdasanmajemuktersebut Gardner mengkelompokkanmenjadidelapankecerdasan, yaitukecerdasanlinguistik (bahasa), kecerdasanlogika-matematika, kecerdasan visual-spasial, kecerdasangeraktubuh, kecerdasanmusikal, kecerdasan interpersonal, kecerdasan intrapersonal, dankecerdasannaturalis. SeiringdenganperkembanganilmupengetahuanGardner menambahkansatukecerdasanlagi, yaitukecerdasan spiritualsehinggamenjadisembilankecerdasan yang dimilikimanusia.
Jikadikaitkandenganmutululusan (poin 2 diatas), makalulusan yang bermutuadalahmampumengembangakansatuataulebihkecerdasansehinggamampumemberikannilaimanfaatbaikuntukdirinyamaupunlingkungannya.
Keempat, menjadisekolahrujukan.Ciriutamasekolahrujukanadalahmenjadipusatpembelajaranbagisekolah-sekolah lain. Sekolah yang menjadirujukanselalumemilikikeunggulan di bidangtertentusehinggasekolahlaintertarikuntukbelajarkesekolahtersebut. Sebagaicontoh, sekolahyang berbasis agama Islam menonjolkan keunggulan pada hafalan Al-Qur’an, sekolah yang menonjolkan sisi kewirausahaan, kesenian, atau keolahragaan, dll.
Kelima, mengedepankannilaireligious dan humanisme yang memanusiakanmanusia.Dalamrangkamenghadapiperubahanperilakusiswa yang cenderungdesktruktifdewasaini, lulusan yang bermututentunyaharusmemilikiperilakuatauakhlak yang mulia.Nilaiakhlak yang muliaituterdapatsecara massif di pendidikan agama.
Selain kelima ciri diatas, Departemen Pendidikan Amerika Serikat menawarkan 4 langkah pada orang tua sebelum memilih sekolah untuk putra-putrinya. Pertama, orang tua harus memikirkan kebutuhan anak dan keluarga. Sebagai contoh, apakah anak memiliki kebutuhan khusus? dan bagaimana gaya belajar anak. Lokasi sekolah juga penting untuk mendukung mobilitas anak dan keluarga. Kedua, kumpulkan semua informasi tentang sekolah yang diinginkan. Informasi yang dimaksud mencakup filosofi sekolah, kurikulum, kebijakan sekolah, pendekatan pembelajaran, prestasi sekolah, fasilitas, layanan sekolah, kegiatan ekstrakurikuler dll. Informasi tersebut bisa didapatkan melalui internet, interview dengan orang tua/ wali dan masyarakat sekitar, serta dari dinas terkait dimana sekolah itu berada. Ketiga, mendatangi sekolah dan melakukan observasi di sekolahsecara langsung pada saat jam aktif pembelajaran.Hal ini penting agar bisa merasakan atmosfir di sekolah. Hal yang bisa diobservasi diantaranya, pertemuan orang tua dan guru, kegiatan-kegiatan sekolah yang lain sehingga tahu perilaku guru, murid dan staf. Keempat, daftar ke sekolah yang dipilih.
Menurut penulis, sekolah yang saat ini ada bisa jadi tidak sesuai dengan kebutuhan anak atau visi misi keluarga dalam mendidik anak. Jika demikian, orang tua tidak perlu memaksakan anak untuk mendapatkan pendidikan di sekolah. Bagi orang tua yang memiliki kapasitas, home schooling dan Kejar Paket bisa menjadi alternatif pendidikan sesuai dengan kebutuhan, bakat, minat anak dan visi misi keluarga dalam mendidik anak. Sebagai contoh, jika anak memiliki bakat dan minat di bidang olahraga, anak tidak harus ke sekolah formal. Anak bisa dilatih fokus pada bakat dan minatnya. Untuk menggantikan pendidikan di sekolah anak bisa mengikuti kejar paket. Contoh lain bagi orang tua yang sudah memiliki visi misi agar anak menjadi penghafal Al-Qur’an, anak tidak harus ke sekolah formal. Kesehariannya anak bisa dilatih menghafal Al-Qur’an, sedangkan pendidikan formal bisa digantikan dengan home schooling. Toh, keduanya home schooling dan Kejar Paket sudah diakui oleh negara melalui undang-undang SISDIKNAS tahun 2003.

———- *** ———-

Tags: