Kapolda Tanggapi Pelarangan Merokok dan Mendengar Musik saat Berkendara

Polda Jatim, Bhirawa
Adanya kabar perihal pelarangan merokok atau mendengarkan musik bagi pengendara motor maupun mobil yang akan ditindak tegas polisi, mendapat tanggapan dari Kapolda Jatim Irjen Pol Machfud Arifin.
Kapolda Jatim Irjen Pol Machfud Arifin mengatakan jika hal itu terlampau membahayakan pengendara lain, pihaknya tidak segan untuk melakukan tindakan tegas. Tapi hal itu akan diedukasikan dengan memberi imbauan bagi pengendara baik roda dua maupun roda empat untuk tetap berhati-hati dan menaati rambu
“Intinya kita imbau agar tidak mengganggu, bahkan jangan sampai menjadi korban kecelakaan lalu lintas. Baik diri sendiri maupun orang lain,” kata Irjen Pol Machfud Arifin, Selasa (13/3).
Meski hal tersebut masih sebatas imbauan, Kapolda tetap memerintahkan anggota Lantas untuk memberikan edukasi terkait keselamatan berlalu lintas. Menurutnya, jika pengendara mendengarkan musik terlalu keras, bisa mengakibat terganggunya konsentrasi dalam berkendara. Bahkan pengendara tidak bisa mendengar saat ada peringatan hingga bunyi klakson pengendara lain.
“Imbauan itu sangat bagus, untuk mencegah adanya kecelakaan lalu lintas. Contohnya saat berkendara dan mendengar musik dengan kencang, apabila diklakson pengendara lain kan bisa tidak mendengar. Nah, hal ini yang perlu diperhatikan,” tegasnya.
Sebagaimana diberitakan, Kepolisian Republik Indonesia menegaskan bahwa penggunaan Global Positioning System (GPS), mendengarkan musik dan merokok saat berkendara tidak dilarang. Selama hal tersebut tidak mengganggu konsentrasi pengendara atau pihak lainnya.
Dirlantas Polda Metro Jaya Kombes Halim Pagarra menjelaskan bahwa penggunaan GPS baik untuk roda dua maupun roda empat bukanlah pelanggaran lalu lintas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 283 juncto 106 Ayat 1 Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. “Yang dikatakan penggunaan handphone di dalam Pasal 106, itu yang kemudian memegang handphone pada saat menggunakan satu tangan dan memengaruhi konsentrasi, itu yang dilarang,” jelasnya beberapa waktu lalu.
Halim menjelaskan bahwa dalam penjelasan Pasal 106 Ayat 1 dinyatakan bahwa setiap pengemudi harus menjalankan kendaraanya dengan wajar dan dan penuh konsentrasi. “Tidak dipengaruhi karena lelah, ngantuk, kemudian memegang handphone, atau video yang dipasang di kendaraan. Ataupun terpengaruh dengan minuman keras dan obat-obatan,” ujarnya. [bed]

Tags: