Guru Pencetak Juara Olimpiade Sains

Muhamad Nur Rodjin

Muhamad Nur Rodjin
Berita guru SMK yang tewas akibat dianiaya murid di Kabupaten Sampang dan kabar tentang kekerasan terhadap guru ternyata tidak menyurutkan niat Muhamad Nur Rodjin, untuk menjalani profesi mulia ini. Guru matematika di SMAN 2 Nganjuk ini tetap memberikan pengabdian terbaiknya.
Jerih payahnya terbayar manakala, anak didiknya mampu berprestasi di berbagai ajang olimpiade sains. Bukan hanya satu atau dua, puluhan murid-muridnya yang mengikuti arahan Muhamad Nur Rodjin terus mengukir prestasi meskipun para murid-murid tersebut kini telah menempuh pendidikan di perguruan tinggi.
Kebangaan seorang guru adalah saat meyaksikan anak didiknya sukses dalam menggapai harapan dan cita-citanya, demikian Muhamad Nur Rodjin bertutur. Dedikasi dan loyalitasnya sebagai pendidik tidak menjadikannya beban dalam menjalankan tugasnya memberikan bimbingan kepada anak didiknya diluar jam mengajar.
Yang terpenting menurutnya, murid-murid yang mengikuti bimbingan belajar untuk mengikuti olimpiade sains memenangi setiap event. Jika anak didiknya menjadi juara akan mampu mengangkat reputasi lembaga sekolah, selain itu juga secara tidak langsung akan mengangkat nama daerah Kabupaten Nganjuk. “Sebuah kebanggaan jika saya berhasil mencetak juara-juara olimpiade sains,” ujar Muhamad Nur Rodjin.
Baru-baru ini anak didik Muhamad Nur Rodjin adalah Dhimas Khamim Eka Putra, murid SMAN 2 Nganjuk yang mampu meraih juara I olimpiade matematika tingkat nasional. Saat ini adik-adik kelas dari Dhimas juga mengikuti jejaknya dibawah bimbingan Muhamad Nur Rodjin.
Dalam hal menjalankan profesinya, Muhamad Nur Rodjin berusaha menjadi sosok guru yang mampu untuk menjadi panutan dan selalu memberikan keteladanan. Ilmunya seperti mata air yang tak pernah habis. Semakin diambil semakin jernih airnya. Mengalir bening dan menghilangkan rasa dahaga bagi siapa saja yang meminumnya.
Menurut Muhamad Nur Rodjin, guru ideal adalah guru yang mengusai ilmunya dengan baik. Mampu menjelaskan dengan baik apa yang diajarkannya. Disukai oleh peserta didiknya karena cara mengajarnya yang enak didengar dan mudah dipahami. Ilmunya mengalir deras dan terus bersemi di hati para anak didiknya.
Guru ideal yang diperlukan saat ini adalah pertama, guru yang memahami benar akan profesinya. Profesi guru adala profesi yang mulia yang selalu memberi dengan tulus dan tak mengharapkan imbalan apapun, kecuali ridho dari Tuhan. Falsafah hidupnya adalah tangan di atas lebih mulia daripada tangan dibawah. Hanya memberi tak harap kembali. Dia mendidik dengan hatinya. [ris]

Rate this article!
Tags: