Dewan Jatim Minta Peningkatan Pelayanan Kesehatan di Desa

DPRD Jatim, Bhirawa
Masih minimnya pelayanan kesehatan di desa mengakibatkan masyarakat di daerah lari ke RSUD dr Soetomo Surabaya untuk mendapatkan pelayanan kesehatan. Akibatnya rumah sakit milik Pemprov Jatim ini mengalami overload.
Menyikapi fakta itu Renville Antonio, anggota DPRD Jatim menuturkan akan turun ke beberapa desa untuk mendiskusikan pelayanan kesehatan dengan kepala desa dan masyarakat desa.
“Akses kesehatan di desa selama ini masih mengalami keterbatasan. Untuk itu Pemprov Jatim harus mendesain akses pelayanan kesehatan sampai ke tingkat desa, karena yang terjadi saat ini masyarakat larinya ke RSUD dr Soetomo. Akibatnya pasien di rumah sakit Pemprov Jatim sangat padat,” ungkap politisi dari Fraksi Demokrat DPRD Jatim ini, Selasa (13/3).
Renville menuturkan Pemprov Jatim harus mendesain pelayanan kesehatan sampai di desa, bisa melalui bantuan keuangan desa atau sistem lain. Semua ini harus didiskusikan bersama masyarakat desa, kepala desa atau perangkat desa.
“Selama ini Puskesmas tidak begitu maksimal karena tidak ada anggaran dari provinsi sehingga tidak bisa melakukan peningkatan pelayanan kesehatan secara maksimal,” ujar politisi dari Dapil Jatim VI ini.
Politisi yang duduk sebagai Wakil Ketua Komisi C DPRD Jatim ini mengatakan, Pemprov Jatim harus memperkuat Ponkesdes (Pondok Kesehatan Desa) atau pelayanan kesehatan yang ada di desa-desa karena selama ini Ponkesdes mengalami keterbatasan dalam meningkatkan kualitasnya. “Pemprov Jatim harus melakukan improvisasi anggaran dengan membuat program desa sehat untuk memperkuat layanan kesehatan di pedesaan,” pintanya.
Renville menuturkan dirinya juga akan mengunjungi rumah sakit provinsi di Madiun yakni RSUD Soedono untuk mengetahui seperti apa pelayanan kesehatannya saat ini karena untuk meminimalisir jumlah pasien di RSUD dr Soetomo harus dilakukan penguatan rumah sakit provinsi di daerah, salah satunya RSUD Soedono. Rumah sakit ini harus diperkuat untuk menangani masalah kesehatan di wilayah Matraman.
Renville juga akan meninjau salah atau anak perusahaan BUMD yakni Kasahusada yang proses pemintalannya sekarang di Nganjuk. Dia ingin mengetahui kondisi dan efektivitasnya karena beberapa mesin di pindah di Nganjuk untuk efisiensi produksi. [cty]

Tags: