Bila Relawan Serius Menarik Simpati dengan ‘Asapi’ 200 KK

Relawan Gus Ipul – Mbak Puti melakukan Fogging di rumah warga Kelurahan Tenggilis, Minggu (18/3) kemarin. [Gegeh Bagus Setiadi/bhirawa]

Surabaya, Bhirawa
Penyakit demam berdarah dengue (DBB) kerap menghantui masyarakat saat musim penghujan tiba. Oleh sebab itu, relawan pemenangan pasangan calon (paslon) Gubernur Jawa Timur Gus Ipul – Mbak Puti melakukan kegiatan fogging di Kelurahan Tenggilis Kota Surabaya, Minggu (18/3) kemarin. Kampung padat penduduk tersebut tengah gencar memberantas nyamuk aedes aegypti yang menjadi biang penyakit demam berdarah.
Ketua RT 5 RW 5, Semiran mengatakan kegiatan dalam memberantas nyamuk berbahaya ini memang perlu dilakukan. Sebab, sudah ada tiga warga yang telah terkena penyakit Demam Berdarah Dangue (DBD).
“Nah, dengan fogging ini disambut positif oleh warga. Mereka dari pagi telah membuka lebar-lebar pintu untuk bersedia rumahnya mendapatkan fogging secara gratis,” katanya disela proses penyemrpotan di rumah warganya.
Menurut dia, pihaknya tidak menginginkan warganya secara terus menerus menjadi korban gigitan nyamuk berbahaya itu. “Mudah-mudahan kegiatan ini terus berlanjut agar manfaatnya bisa benar-benar dirasakan warga kami,” jelasnya.
Hal senada juga dikatakan Moch Sokib selaku Ketua RT 3 RW 5. Menurutnya, program-program yang menyentuh masyarakat untuk terus digaungkan. Selain itu, juga perlu adanya berbagai penyuluhan terkait bagaimana cara yang tepat membunuh jentik-jentik nyamuk.
“Karena berbagai cara pencegahan, warga kami sudah melakukan. Mulai dari menutup, menguras, dan mengubur (3M) . Tapi kurang lengkap kalau tidak ada fogging,” ujarnya.
Sokib melanjutkan bahwa dengan adanya fogging gratis tersebut bukan serta merta atas kemauan pihaknya semata. Melainkan dari permintaan warganya yang akhir-akhir ini telah jarang dilakukan penyemprotan nyamuk di rumahnya masing-masing.
“Jadi, bukan hanya di rumah-rumah, petugas fogging juga menyemprot di saluran air dan ruang-ruang yang terlihat kumuh,” ungkapnya.
Sedikitnya ada 200 KK yang terdiri dari dua RT di wilayah Kelurahan Tenggilis. Salah satu warga, Erwin mengaku senang dan bersyukur ada fogging kembali yang sudah lama ditiadakan. “Ya, bersyukur sekali sudah ada fogging kembali. Soalnya, kalau fogging dari Puskesmas itu nunggu sampai ada korban dulu baru mau melakukan, Masak iya harus seperti itu. Kan ndak mungkin juga,” paparnya. (geh)

Tags: