Bentuk Keluarga Sakinah dengan ‘Teori 2G’

Fasilitasi pembinaan keluarga sakinah di Kota Malang tahun 2018 di Hotel Sahid Montana Malang, Rabu (14/3) kemarin.

Kota Malang, Bhirawa
Upaya untuk mewujudkan generasi yang unggul harus dilakukan dari keluarga yang sakinah. Karena itu Pembinaan keluarga sakinah mutlak diperlukan.
Kepala Bagian Kesra Kota Malang, Ali Mulyato, disaat melakukan pembinaan keluarga sakinah di Hotel Sahid Montana Rabu (14/3) kemarin, mengutarakan untuk membentuk keluarga yang memiliki kasih sayang dengan menganut teori 2G yaitu Gathuk (harus memiliki hati dan kasih sayang antar anggota keluarga) dan Gemi (harus mampu memberikan kesejahteraan dalam keluarga).
“Keluarga itu harus saling memahami tudak boleh saling menyalahkan, itulah yang disebut dengan istilah gatuk atau cocok. Makanya kalau ada kekurangan harus saling melengkapi jangan dijadikan perbedaan,” ungkap Ali Mulyanto. Selain itu, dibutuhkan sebuah kesejahteraan. Karena keaejahteraan merupakan salah satu faktor yang menjadikan keluarga sakinah.
Sementara itu, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Sosial Kota Malang, Abdul Malik, berharap para peserta pembinaan hendaknya memanfaatkan kesempatan ini dengan sebaik-baiknya agar pengetahuan yang diperoleh dapat dijadikan bekal dalam mengarungi bahtera rumah tangga dan hendaknya dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
“Mewujudkan sebuah keluarga sakinah perlu adanya upaya yang mengarah pada proses terbentuknya keluarga sakinah, diantaranya yaitu memberikan bimbingan, pembinaan dan dorongan kepada pasangan muda sebagaimana kegiatan yang terlaksana pada hari ini,”ujar Abdul Malik. Tentu kegiatan ini, kata dia sangat bernilai positif karena akan dapat menambah pengetahuan dan wawasan bagi pasangan suami istri muda tentang bagaimana membangun visi bersama dalam berumah tangga.
“Dari hal terkecil, dimulai tata cara berkomunikasi dan mengatasi konflik yang baik, bagaimana bersikap di depan pasangan, serta bagaimana cara-cara mendidik anak yang baik dan membekali mereka dengan nilai-nilai moral keagamaan, akan mampu mewujudkan keluarga sakinah,” tukasnya. Sebab tambah dia, hanya dengan keluarga yang dilandasi oleh nilai-nilai cinta, kasih sayang, komitmen dan tanggung jawab, saling menghormati, menghargai serta komunikasi yang baik akan dapat terbentuk keluarga sakinah mawaddah dan warohmah. “Keluarga seperti inilah nantinya yang akan dapat menjadi tempat terbaik bagi anak-anak untuk dapat tumbuh dan berkembang secara optimal, serta dapat menjadi pondasi tangguh bagi berdirinya masyarakat dan bangsa yang beradab, maju, dan beriman,”pungkasnya. [mut]

Tags: