Bengawan Solo Meluap, Petani Kabupaten Bojonegoro Panen Dini

Salah satu petani di Desa Ngulanan, Kecamatan Dander, Kabupaten Bojongeoro terpaksa melakukan panen dini. (achmad basir/bhirawa)

Bojonegoro,Bhirawa
Curah hujan yang tinggi akhir-akhir ini mengakibatkan Tinggi Muka Air (TMA) Sungai Bengawan Solo di Bojonegoro mengalami kenaikan serta meluber ke lahan pertanian. Sejumlah petani yang berada di Desa Ngulanan, Kecamatan Dander, Kabupaten Bojongeoro terpaksa melakukan panen dini. Padahal, tanaman padi tersebut belum waktunya dipanen.
Petani desa tersebut menyatakan seharusnya tanaman padi , baru bisa dipanen sekitar satu minggu ke depan. Petani menyadari, panen dini membuat mereka rugi tapi terpaksa harus dilakukan
“Ini kita takut airnya tambah besar, kita tidak bisa melakukan panen sama sekali. Setidaknya kalau sekarang kami masih bisa tetap panen meski hasilnya tidak bagus,” ujar Suprapto warga setempat (56), yang melakukan penen paksa dilokasi.
Selain dia, sejumlah petani lain juga melakukan hal yang sama agar tidak mengalami kerugian yang cukup besar. Tanaman padi yang dipanen tampak baru menguning separo. Bulir padi yang berwarna kuning hanya dibagian pucuk, sedangkan dibagian bawahnya masih tampak hijau dan belum berisi.
“Sedapatnya saja hasil panennya dari pada tidak bisa memanen,” ujar Suprapto sembari mengusung padi dari genangan air.
Terpisah Staf UPT Pengelolaan Sumber Daya Air di Bojonegoro, Budi Endro menjelaskan, kondisi TMA Kota Ledre terus mengalami kenaikan, bahkan saat ini, sudah masuk siaga kuning (dua).
Menurutnya hal itu masih ada kemungkinan naik lagi. Sebab, kondisi TMA di Dungus, Ngawi sudah masuk siaga merah yaitu 8.00 pheilschaal.
“Kemungkinan TMA masih akan terus mengalami kenaikan,” kata Budi
Saat ini, dirinya terus melakukan pemantauan dan sesegera mungkin menginformasikan kepada pihak terkait berkenaan dengan perkembangan TMA di Bojonegoro. [bas]

Tags: