Baznas Kabupaten Sidoarjo Sadarkan Guru untuk Berzakat

Baznas Sidoarjo mensosialisasikan zakat gaji pada para ASN kalangan guru di Aula Dinas Pendidikan Sidoarjo. [alikus/bhirawa]

Sidoarjo, Bhirawa
Baznas Kab Sidoarjo secara bertahab tahun 2018 ini sosialiasi kapada Aparatur Sipil Negera (ASN) Sidoarjo untuk sadar membayar zakat sebesar 2,5% dari gajinya. Awal tahun 2018 ini dimulai dari ASN guru. Dengan pertimbangan, jumlah guru di Kab Sidoarjo paling banyak.
Menurut Kepala Kantor Baznas Kab Sidoarjo, M Naim, sosialisasi untuk guru ini akan dilakukan pada empat gelombang. Pertama tanggal 13 Maret dan kedua 14 Maret. Selanjutnya pada 20 Maret dan 21 Maret. Cakupannya pada SDN dan SMPN yang ada di 18 kecamatan.
”Untuk ASN guru ini diwakili para Kepseknya, mulai dari SDN sampai SMPN, diharapkan para Kepsek ini menjelaskan pada guru-gurunya,” jelas M Naim, ditemui usai melakukan sosialisasi, Rabu (14/3) kemarin.
Naim juga menjelaskan, program sosialisasi terhadap ASN Sidoarjo untuk menzakatkan 2,5% gajinya ini, merupakan yang kali pertama pada kepengurusan Baznas Sidoarjo periode 2017-2022 itu. Dengan harapan bisa mendongkrak donasi zakat gaji dari kalangan ASN di Pemkab Sidoarjo, yang jumlahnya mencapai kisaran 14 ribuan itu.
Setelah guru, pada tahun 2018 ini juga sosialisasi akan dilanjutkan pada ASN pada OPD lain yang ada di Pemkab Sidoarjo. Kemudian para wakil rakyat di DPRD Sidoarjo dan kalangan perangkat desa.
Naim mengungkapkan, sebenarnya ASN Sidoarjo mendonasikan gajinya 2,5% untuk zakat, diatur dalam SE Bupati tahun 2013. Tapi SE itu hanya bersifat kesadaran bukan kewajiban. Sehingga hingga kini, menurut catatan dari Baznas Sidoarjo, nilai zakat gaji yang terkumpul dari para ASN masih minim atau masih dibawah 30%.
Zakat yang terkumpul, akan dikelolah dan digunakan untuk membantu kepentingan masalah social, keagamaan, kemasyarakatan dan sebagainya bagi masyarakat yang mengalami kesusahan.
Dalam kesempatan sosialisasi itu, pihak Baznas Sidoarjo menyampaikan adanya program baru, yakni siswa ataupun wali siswa di sekolahan yang tidak mampu, bisa menerima bantuan atas zakat yang terkumpul. Bantuan yang diberikan bisa sesuai kebutuhan siswa atau wali siswa. [kus]

Tags: