Banjir Pasuruan, Seorang Warga Hilang Terseret Arus Sungai

Sejumlah warga tengah beraktivitas di tengah-tengah genangan air banjir di Desa Kedawung Kulon, Kecamatan Grati, Kabupaten Pasuruan, Rabu (14/3).

Pasuruan, Bhirawa
Meluapnya sungai Keronto dan Ranu Grati menyebabkan ratusan rumah warga di 9 Desa, 3 Kecamatan, wilayah Kabupaten Pasuruan terendam banjir.
Tak hanya menyebabkan ratusan rumah terendam banjir, seorang warga hilang terseret arus sungai saat debit air membesar. Ia adalah Sunarti (41), seorang ibu rumah tangga asal Desa Cukur Guling, Kecamatan Lumbang.
Kepala BPBD Kabupaten Pasuruan, Bhakti Jati Permana menyampaikan sembilan Desa yang terendam banjir berada di Desa Jetis, Desa Prodo, Desa Winongan Lor, Desa Winongan Kidul, Desa Bandaran di Kecamatan Winongan.
Di Kecamatan Rejoso, berada di Desa Toyaning dan Desa Pateguran. Untuk di Kecamatan Grati di Desa Kedawung Wetan dan Kedawung Kulon.
“Ketinggian bervariasi. Mulai satu meter lebih. Tertinggi berada di Desa Kedawung Wetan dan Kedawung Kulon, Kecamatan Grati. Hingga sore ini air di sejumlah desa mulai surut,” ujar Bakti Jati Permana, Rabu (14/3) sore.
Saat ini, ratusan warga yang rumahnya terendam banjir tengah membersihkan lumpur sisa air banjir. Sisa lumpur itu berada di Desa Kedawung Wetan dan Kedawung Kulon.
“Kami hanya membersihkan rumah sedikit saja, karena banjir kali ini membawa sisa lumpur,” kata Sodik, warga Kedawung Kulon.
Sementara itu, hingga berita ini diturunkan, Sunarti, seorang ibu rumah tangga yang hilang terbawa arus sungai jurusan Winongan-Rejoso yang melintasi Dusun Wringin Desa Cukur Guling pada Selasa (13/3) malam, masih belum ditemukan. Saat ini warga dan petugas terus melakukan masih pencarian.
“Belum ditemukan, warga dan dan petugas kami masih melakukan pencarian,” tandas Bakti Jati Permana.
Berdasarkan informasi dilapangan, Sunarti, terbawa arus saat buang hajat besar di sungai. Saat itu, batu yang menjadi pijakan goyang terkena arus yang semakin besar. Hingga akhirnya, Sunarti terjatuh dan terbawa derasnya arus sungai.
“Sebelumnya, kawasan ini turun hujan yang sangat deras. Dan korban, saat itu buang hajat disungai. Kemudian air sungai makin meningkat, sehingga korban terbawa arus,” papar Arjoko, Kepala Desa Cukur Guling. [hil]

Tags: