Satpol PP Kabupaten Gresik Amankan PSK-Pemabuk

Para perempuan yang diduga PSK dan pemabuk tengah diamankan petugas Satpol PP. [kerin ikanto/bhirawa]

Gresik, Bhirawa
Sebanyak delapan PSK (Pekerja Seks Komersial) serta seorang pemilik warung dan lelaki pesta Miras (Minuman Keras) diamankan petugas Satpol PP Pemkab Gresik, dalam razia yang dilakukan Kamis (7/2) di Wilayah Gresik Selatan, tepatnya Samaleak, Kec Kedamean.
Razia yang dipimpin Kasi OPS Satpol PP, Jonter Simanjuntak bersama puluhan anggota itu juga mengamankan sejumlah pria yang kedapatan tengah pesta Miras di warung remang-remang berkedok warung kopi (warung pangku).
Menurut Kabag Humas dan Protokol Pemkab Gresik, Suyono, sejumlah wanita yang diduga PSK, pria yang sedang pesta Miras dan seorang pemilik warung telah diamankan dan dibawa ke Kantor Satpol PP untuk diproses. ”Dari informasi yang kami dapatkan, mereka telah diamankan dan dibawa ke kantor Satpol PP untuk selanjutnya diproses sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku,” kata Suyono.
Razia yang dilakukan ini juga sebagai bentuk penegakan Perda Nomor 7 tahun 2002 tentang Pelarangan Pelacuran. Selain itu, lanjut Suyono, upaya yang dilakukan petugas Satpol PP itu juga sebagai tindak lanjut atas komitmen Pemkab Gresik yang ingin Gresik bersih dari tindakan porstitusi. Langkah ini telah dipertegas Bupati Gresik, Sambari Halim Radianto yang ingin menciptakan suasana Gresik sebagai Kota Wali dan Kota Santri serta bersih dari segala bentuk porstitusi.
Sementara itu, Kasi OPS Satpol PP Gresik, Jonter Simanjuntak menambahkan, mereka yang telah diamankan petugas Satpol PP akan diperiksa dan selanjutnya akan mendapat pembinaan dari petugas. Jonter juga mengatakan mereka juga akan dikenakan sanksi berupa tiga bulan kurungan, serta denda maksimal Rp3 juta jika terbukti melanggar Perda. Bahkan jika diperlukan, mereka yang terbukti melanggar juga akan dikirim ke panti rehabilitasi Dinas Sosial. ”Selain tempat ini, kami juga akan merazia tempat lain yang menjadi sarang porstitusi,” tutur Jonter. [eri]

Tags: