PT Santori Jakarta Tanam Investasi Peternakan di Situbondo

Wakil Bupati Situbondo, Yoyok Mulyadi bersama Owner PT Santori dan PT Digdaya Persada Makmur, Amir Mustafa saat menggelar pertemuan dengan kalangan peternak sapi diruang rapat Bupati, Rabu (14/2). [sawawi/bhirawa]

(Gandeng Pemkab, Peternak Sapi dan Perbankan)
Situbondo, Bhirawa
PT Santori yang berkantor pusat di Jakarta mengunjungi Kantor Pemkab Situbondo, Rabu (14/2). Kedatangan pengusaha dibidang peternakan itu guna menjajaki hubungan kerjasama bisnis dan investasi dibidang ternak sapi dengan kalangan peternak di Kota Santri, Situbondo.
PT Santori yang diwakili Bintoro langsung diterima Wabup, Yoyok Mulyadi, Kadis Peternakan, Aries Marhaento, Kadis Tanaman Pangan Holtikultura dan Perkebunan, Farid Kuntadi, para Asisten Sekda dan kalangan pebisnis sapi besar di Situbondo.
Wabup Yoyok Mulyadi, mengaku sangat mengapresiasi adanya pola kerjasama antara PT Santori dengan peternak sapi di Situbondo dalam pola kemitraan yang didampingi PT Digdaya Persada Makmur Situbondo. Wabup setuju dengan tawaran pola PT Santori dalam bidang pengadaan daging, penjualan kotoran sapi hingga pemenuhan ekspor sapi dari kiriman stock sapi peternak Situbondo. ”Sehingga pergerakan ekonomi dari peternak sapi Situbondo kedepan bisa meningkat,” papar Wabup Yoyok.
Menurut, Direktur PT Digdaya Persada Makmur Situbondo, Amir Mustafa, pertemuan untuk mengkreasi kerjasama Pemkab Situbondo dengan peternak dan PT Santoso Akrindo (Santori) yang sudah lama bergerak dibidang peternakan dan ekspor daging ke mancanegara. Kerjasama ini merupakan upaya peningkatan kinerja bagi peternak dengan pola kemitraan dan diharapkan nanti ada peningkatan kesejahteraan dari peternak/petani Situbondo. ”Pola kemitraan ini disepakati dalam kontrak PT Santori dengan peternak sapi Situbondo berikut pihak perbankan,” tuturnya.
Pria yang kini menjabat sebagai Ketua Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) Situbondo itu menambahkan, mulai dari awal sampai pangsa pasar kerjasama ini sudah dijamin PT Satori. Dan ada kerjasama penggemukan atau sistem kredit serta penjualan anak sapi dengan pola peternak memelihara sapi yang sudah hamil. Agar program ini berjaan sukses, diupayakan keterlibatan perbankan dengan pola sistem kredit dan melibatkan asuransi sehingga peternak aman dari resiko kematian sapi. ”Nanti peternak murni hanya melakukan perawatan dengan fasilitas kandang sapi,” tandas Amir. [awi]

Tags: