Peran Guru dalam Membangun Karakter

Oleh :
Titik Kusminarwati, S.Pd
Penulis adalah guru IPA di SMP N 6 Kota Mojokerto 

Menjadi guru merupakan pilihan yang mulia. Mungkin ada sebagian yang menganggap menjadi guru adalah pekerjaan yang sama dengan pekerjaan yang lain. Masuk jam kerja, melaksanakan tugas mengajar/transfer ilmu kalau akhir bulan mendapat gaji. Sudah cukup.Tapi tidak seremeh itu.
Guru adalah pendidik, mengemban amanah membentuk manusia, membentuk karakter, dan hasil kerja guru baru dapat dilihat beberapa tahun mendatang. Sosok guru akan menentukan kualitas suatu bangsa, menentukan kualitas Negara.
Guru adalah sosok yang digugu lan ditiru dengan tugas utama mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi peserta didik melalui jalur pendidikan formal. Guru harus memiliki kepribadian yang kokoh sehingga dapat menjadi sosok panutan bagi siswa dalam membentuk kepribadianya. Karena di sekolah, anak juga mengalami perubahan dalam tingkah lakunya. Proses perubahan tingkah laku dalam diri anak sesuai dengan nilai-nilai sosial dan kebudayaan yang tertuang dalam kurikulum. Kurikulum pendidikan yang dilaksanakan oleh guru, salah satunya berfungsi untuk membentuk tingkah laku menuju kepribadian secara optimal. Sehingga sekolah hendaknya dapat menjadi lingkungan belajar yang aman, jujur, penuh kreativitas dan persahabatan, sekolah merupakan tempat berlangsungnya proses berpindahnya nilai-nilai luhur dalam membentuk karakter siswa.
Mampu Mengubah Karakter
Dalam IPA , kegiatan pembelajaran sangat berkaitan dengan proses inquiri dengan tahapan-tahapan observasi, eksperimentasi, penyimpulan data dan penyusunan teori. Kegiatan tersebut dapat di ulang lagi saling mengkait dari cara yang satu ke cara yang lain yang di kenal dengan metode ilmiah (scientific method) dengan empat unsur pendukung nya yaitu proses, produk, aplikasi dan sikaf (Zubaidah : 2017) Aspek proses ini menjadi hal yang terpenting dalam pembelajaran IPA , karena peserta didik akan berlatih menemukan konsep dari pengalaman yang secara langsung pun guru dapat menanamkan karakter-karakter yang positif/baik selama proses pembelajaran berlangsung. Karakter-karakter positif yang dapat di tanamkan ke peserta didik dalam pembelajaran IPA dapat di lihat dalam kompetensi(KI 1) dan (KI 2) yaitu, Keimanan dan ketaqwaan, jujur , disiplin, tanggung jawab, toleransi, gotong royong, santun dan percaya diri.
Pertama, karakter keimanan dan ketakwaan. Sesuai dengan Kompetensi Inti 1(KI 1) dalam Kurikulum 2013 “Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya. Keimanan dan ketakwaan merupakan dasar atau kunci dalam menghayati dan mengamalkan ajaran agama .Penanaman kesadaran akan keberadaan Sang pencipta dan pengatur alam semesta dapat di sisipkan missal dalam materi Energi dalam kehidupan, sel jaringan dan system organ, keanekaragaman mahkluk hidup, Sistem tatasurya, Bumi dan gejala di dalamnya.
Kedua, karakter kejujuran. Kejujuran berkaitan erat dengan sikaf dan perilaku yang dapat di percaya dalam ucapan, tindakan dan pekerjaan.Karakter jujur ini sangat penting, berpengaruh besar dalam kehidupan social di masyarakat. Anak yang sudah terbiasa dengan sifat tidak jujur, akan mengakar dalam dirinya untuk selalui tidak jujur.Dan jika sudah terlanjur mendapat cap tidak jujur , maka seseorang itu akan sulit mendapat kepercayaan. Saat ini bisa kita saksikan betapa ketidakjujuran akan membawa efek yang luar biasa pada sendi-sendi kehidupan. Budaya plagiasi, korupsi yang susah di hentikan, berakar dari karakter ini Guru bisa melatih kejujuran siswa dalam proses pengambilan data pada saat praktikum.
Ketiga disiplin.Karakter disiplin berkaitan dengan sikaf dan perilaku menggunakan waktu secara tepat, dalam menyelesaikan tugas- tugas selama pembelajaran. Sebelum memulai pembelajara , seorang guru biasanya sudah membuat RPP yang memuat waktu di setiap kegiatan. Itu bisa di jadian acuan untuk melatih melatih kedisiplinan siswa dengan senantiasa menepati waktu dalam pengambilan data pada saat praktikum, diskusi ataupun dalam menyelesaikan tugas selama kegiatan pembelajaran berlangsung. Ditekankan pada siswa bahwa ketidakdisiplinan akan menghambat kelancaran dalam aktivitas itu sendiri.
Keempat, Karakter tanggung jawab. Kalau dalam agama karakter tanggungjawab ini di sebut amanah. Karakter ini berkaitan dengan sikaf mau dan mampu mengerjakan tugas-tugas yang di berikan kepada peserta didik. Ada beberapa perilaku peserta didik yang mengarah pada terkikisanya karakter tanggung jawab ini.Misal perilaku acuh pada tugas-tugas yang di berikan, perilaku meremehkan tugas berkelompok, biasanya ketika tugas di kerjakan berkelompok, ada beberapa siswa yang merasa aman, lari dari tanggung jawab menyelesaikan tugasnya. Dan ini jika guru tidak senantiasa mengingatkan selama proses pembelajaran, maka karakter ini akan terkikis .
Kelima toleransi. Karakter ini berkaitan dengan sikaf dan perilaku menghormati, menerima membiarkan pendapat orang lain yang berbeda dengan pendapatnya. Karakter toleransi ini termasuk salah satu kompetensi sosial merupakan hal yang penting untuk dimiliki oleh setiap peserta didik, karena nantinya mereka akan menjadi manusia yang hidup di tengah-tengan masyarakat, yang tentu tidak bisa lepas dari kegiatan interaksi dengan masyarakat yang memiliki keragaman yang sangat tinggi. Hidup di tengah-tengah perbedaan akan menyulitkan bagi individu yang tidak mampu menerima dan menghargai perbedaan tersebut. Setiap individu di masyarakat memiliki ciri khas, latar belakang, agama, suku dan bahasa yang berbeda.Banyaknya perbedaan tersebut merupakan sebuah potensi yang dapat memicu konflik dan perpecahan di masyarakat.Guru dapat melatihkan karakter ini saat diskusi dan presentasi.
Keenam gotong royong. Karakter ini berkaitan dengan kemampuan seseorang dalam bekerjasama dengan orang lain.Jika diartikan, gotong royong berarti mengangkat secara bersama-sama atau mengerjakan sesuatu secara bersama-sama.Gotong royong dapat dipahami pula sebagai bentuk partisipasi aktif setiap individu untuk ikut terlibat dalam memberi nilai positif dari setiap obyek, permasalahan, atau kebutuhan orang-orang di sekelilingnya.
Ketujuh, santun. Karakter ini berkaitan dengan sikaf dan perilaku sopan dalam ucapan dan tindakan .Sikap sopan santun atau hormat yang merupakan budaya leluhur kita dewasa ini telah dilupakan oleh sebagian orang.Sikap sopan santun yang sangat menjunjung tinggi nilai-nilai hormat menghormati sesama, yang muda menghormati yang tua, dan yang tua menghargai yang muda tidak lagi kelihatan dalam kehidupan yang serba modern ini.Hilangnya sikap sopan santun sebagaian siswa merupakan salah satu dari sekian penyebab kurang terbentuknya karakter.Tidak terpeliharanya sikap sopan dan santun ini dapat berdampak negatif terhadap budaya bangsa Indonesia yang dikenal sebagai bangsa yang menjunjung tinggi nilai-nilai moral dan kehidupan yang beradab. Begitu besarnya peranan guru dalam membentuk karakter siswa.Guru tidak hanya mentransfer ilmu tapi ada amanah yang lebih besar lagi, mendidik, membentuk karakter. Di tangan para guru yang menyadari profesinya inilah pemerintah menyerahkan tanggung jawab yang sangat besar terwujudnya generasi yang di inginkan generasi emas yang siap dengan tantangan abad 21.

——— *** ———-

Rate this article!
Tags: