Pemkot Malang Segera Terapkan Aturan Khusus Warnet

Foto Ilustrasi

Kota Malang, Bhirawa
Pemerintah Kota Malang, akan segera menerapkan aturan khusus warnet. Ini untuk meminimalisir kecanduan game online yang telah meraja lela.
Tanpa kecuali para pemuda dan pelajar, yang selalu menyempatkan waktu untuk bermain game di warnet, meskipun masih dalam jam pelajaran. Karena itu aturan ini aturan operasional warnet segera diperketat.
Beberapa kali melakukan operasi sayang, Satpol PP Kota Malang pun selalu menemukan siswa dan siswi membolos dan bermain di warnet. Atas dasar itu, DPRD Kota Malang mengajukan rancangan peraturan daerah (ranperda) baru yang berkaitan dengan warnet.
Ketua pansus ranperda warnet, Choirul Amri mengutarakan, tidak sedikit warga yang mengeluh atas aktivitas pelajar yang gemar bermain game online saat jam pelajaran. Bahkan, banyak yang putus sekolah lantaran sudah kecanduan bermain game online tersebut.
“Karena itu kami berencana untuk membuat peraturan daerah (perda) untuk mengatur jam kunjungan pelajar dan usia pelajar ke warnet atau rental game online,” kata Coirul Amri kepada wartawan, Kamis 8/2 kemarin.
Menurutnya, aturan tersebut nantinya tidak akan membatasi aktivitas usaha para pemilik warnet. Melainkan lebih pada pengaturan jam kunjungan saja. Seperti saat jam pelajaran sekolah dan aturan jam malam misalnya.
Lebih lanjut Amri menyampaikan, pelajar nanti yang akan diperketat dan diberi batasan agar tidak seenaknya bermain di warnet saat jam pelajaran. Penerapan sanksi pun akan diberlakukan untuk para pelajar dan pemilik usaha yang ketahuan melanggar.
“Semua akan dikaji lebih dalam. Kalau ada pelajar bermain game online saat jam pelajaran, maka akan diberikan sanksi, baik pelajarnya atau pemilik usaha. Dan jam malam nanti mungkin dibatasi sampai pukul 22.00 WIB,” jelasnya.
Tak hanya itu, menurutnya aturan lain yang akan melekat pada Perda Warnet adalah yang berkaitan dengan pembatasan konten pada setiap komputer yang disediakan oleh warnet. Seperti konten yang berbau pornografi, sudah dipastikan untuk tidak lagi diakses. [mut]

Tags: