Pemkab Tuban Imbau Warga Tak Termakan Isu SARA

Drs. Rohman Ubaid, Kabag Humas dan Protokoler Setda Tuban.

Tuban, Bhirawa
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tuban tak mau kecolongan dengan peristiwa pengerusakan di Masjid Baiturrohim, Kelurahan Kingking, Kecamatan Tuban, Selasa (13/2) dini hari kemarin, dan kasus perbaikan patung Dewa Kongco Kwan Sing Tee Koen yang berada di halaman belakang Klenteng Kwan Sing Bio, menjadi issu Suku Agama Rasa dan Agama (SARA) di Bumi Wali Tuban.
Gayung bersambut, semua elemen masyarakat, mulai dari Ormas kepemudan (GP Ansor, Pemuda Muhammadiyah), Forum Kerukunan Umat beragama (FKUB), Ormas Keagaman dan pemerintah sendiri mengambil langkah dan sikap dengan cepat, agar peristiwa tersebut tidak membuat resah ditengah masyarakat.
“Untuk perbaikan Patung Dewa Kongco Kwan Sing Tee Koen di Klenteng Kwan Sing Bio, Pemkab sudah memintah pihak pengurus untuk menghentikan, dan pihak pengrus sudah mentaati,” kata Drs. Rohman Ubaid, Kabag Humas dan Protokoler Setda Tuban. (13/2).
Begitu juga dengan peristiwa Masjid Baiturrohim, Kelurahan Kingking, Kecamatan Tuban, dari keterangan sementara pihak aparat kepolisian Polres Tuban, bahwa pelaku Ahmad Falih (40) warga Desa Karangharjo, Kecamatan Kragan, Kabupaten Rembang saat ini sudah dibawa ke Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Bhayangkara Polda Jatim, guna memastikan kesehatan pelaku, apakah mengidap gangguan jiwa atau hanya depresi, karena informasi sementara yang digali aparat, pelaku ada masalah keluarga serta istrinya yang kerap sakit-sakitan.
“Semua sudah selesai dan ditangani oleh petugas, oleh karena itu kami menghimbau pada masyarakat Tuban agar tidak terprovokasi dengan issu yang belum pasti kebenarannya, dan berita dari masyarakat melalui jejaring sosial yang sepotong-potong,” himbau Kabag Humas Pemkab Tuban ini. [hud]

Tags: