Pangdam V Tegaskan Netralitas TNI Saat Pilkada Adalah Harga Mati

Pangdam V Brawijaya, Mayjen TNI Arif Rahman menegaskan tentang netralitas TNI dalam Pilkada serentak 2018 di Jawa Timur, Jumat (2/2). [abednego/bhirawa]

Surabaya, Bhirawa
Pangdam V Brawijaya, Mayjen TNI Arif Rahman menegaskan, jika netralitas TNI saat Pilkada itu harga mati. Hal itu, lanjut Pangdam, sudah menjadi perintah dan instruksi dari Panglima TNI, Marsekal TNI Hadi Tjahjanto bagi seluruh jajaran TNI di Indonesia.
“Dalam rangka Pilkada khususnya di Jawa Timur ini TNI harus netral. Saya sudah sampaikan seluruh jajaran tetap jaga netralitas. Apabila ada para prajurit Kodam V Brawijaya yang terindikasi tidak netral, silahkan laporan ke Kodam,” kata Mayjen TNI Arif Rahman saat ditemui, Jumat (2/2).
Jenderal TNI bintang dua tersebut juga memastikan akan menindaklanjuti jika ada laporan anggota yang tidak netral saat Pilkada. “Jika ada laporan pasti akan segera kita tindaklanjuti. Pada kesempatan ini kami juga sampiakan pada rekan-rekan media, jika mengetahui ada prajurit kami yang tidak netral, mohon dilaporkan,” tegasnya.
Mayjen Arif yang juga menjabat Komandan Garnisun Tetap (Dangartap) III Surabaya sebelumnya juga menyampaikan, pengawasan terkait netralitas anggota TNI saat Pilkada berlaku untuk tiga matra, yakni TNI AD, AL, dan AU. Semua dilakukan untuk menjaga martabat TNI yang pantang ikut dalam pesta demokrasi politik.
Mantan Gubernur Akademi Militer itu juga memerintahkan seluruh jajaran POM (Polisi Militer) AD, AL, dan AU untuk ikut memantau anggota di masing-masing wilayah. Dengan pengawasan dari berbagai pihak, lanjut Mayjen Arif, maka kinerja TNI dalam rangka membantu Polri saat pengamanan Pilkada bisa lebih maksimal.
“Kami (Kodam V Brawijaya) siap membantu pengamanan Pilkada serentak 2018 yang dilakukan rekan-rekan Polri. Intinya kami siap all out dalam pengamanan Pilakda,” pungkas Pangdam V Brawijaya. [bed]

Tags: