Negara Dirugikan Rp.100 Triliun Akibat Investasi Bodong Menjamur

Ahmad Hidayat

Jember, Bhirawa
Menjamurnya investasi bodong beberapa tahun terakhir di Indonesia, sebabkan kerugian negara sebesar Rp.100 triliun. Oleh karena itu, diharapan masyarakat untuk berfikir cerdas dalam menginvestasikan keuangannya.
Hal ini diungkapkan oleh Komisioner OJK Pusat Ahmad Hidayat dalam Diskusi Publik Nasional bertema ‘Pengelolaan Investasi Keuangan yang Legal dan Logis’ bersama dengan Anggota Komisi 11 DPR RI Muhammad Nur Purnamasidi, Badan Pemeriksa Keuangan RI dan Polres Jember, Jum’at (23/2/2018)
Menurut Hidayat, menjamurnya investasi abal-abal disebabkan literasi keuangan atau pemahaman masyarakat tentang jasa keuangan masih rendah sekitar 29, 7 persen, sedang inklusi masyarakat menggunakan jasa keuangan mencapai 67,80 persen.”Jadi pemahaman masyarakat terhadap produk dan layanan jasa keuangan yang masih rendah,” ujarnya.
Oleh karena itu tandas Hidayat, perlu dilakukan perbaikan oleh banyak pihak untuk menyadarkan masyarakat. Karena kurangnya literasi inilah yang kemudian banyak masyarakat yang terjebak dalam investasi bodong atau illegal yang cukup merugikan”Perlu upaya untuk menghindarkan masyarakat dari praktik investasi dari pihak tidak bertanggung jawab. Diantaranya gencar bersosialisasi edukasi soal literasi jasa keungan kepada masyarakat,” tandasnya.
Menurut Hidayat, modus yang sering terjadi adalah tawaran keuntungan investasi yang cukup tinggi dalam waktu yang singkat. “Sehingga masyarakat mudah tergiur padahal keuntungan tersebut tidak masuk akal. Jika ada investasi dengan nilai tidak wajar wajib dicurigai,” jelasnya.
Sehingga pihaknya pun memberikan peringatan kepada masyarakat untuk mempelajari secara detail lembaga keuangan yang menawarkan investasi sehingga masyarakat tidak tertipu kembali. Pihaknya sendiri kini mengawasi ada sekitar 150 yang belum diketahui legalitas dan pengawasannya. “Ini sudah diumumkan di investor alertportal website SikapiUangMu OJK,” tegasnya.
Sementara itu, Anggota Badan Pemeriksa Keuangan RI Agus Joko Pramono mengaku mendukung jika investasi bodong di indonesia harus segera ditindak sehingga dapat meminimalisir kerugian negara. “Apalagi, selama ini ia mengamati korban investasi bodong bermula dari ajakan orang dekat seperti kerabat saudara keluarga dan teman dekat,” jelasnya.
Sehingga jika dibiarkan, maka lama kelamaan akan semakin banyak yang dirugikan. Pihaknya sebagai pengawas keuangan lembaga pemerintah pun berharap kerugian negara karena investasi illegal ini dapat semakin ditekan. “Maka bisa memberikan rasa aman kepada masyarakat,” pungkasnya.(efi)

Tags: