KPU Jombang Alokasikan Dana Kampanye Ketiga Paslon Rp2,8 Miliar

Komisioner KPU Kabupaten Jombang Divisi Sosialisasi, M. Fathoni.:[ Arif Yulianto/ Bhirawa]

Jombang, Bhirawa
Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Jombang mengalokasikan dana sebesar Rp 2,8 miliar diambil dari APBD untuk kampanye tiga pasangan calon peserta Pemilihan Bupati (Pilbup) Jombang 2018.
Seperti di katakan Komisioner KPU Jombang, Divisi Sosialisasi, M. Fathoni, Anggaran sebesar 2. 827.526.000 tersebut akan dibagi menjadi beberapa pos kegiatan, diantaranya adalah debat publik, bahan kampanye yang terdiri dari brosur Paslon dan selebaran, alat peraga berupa spanduk dan umbul-umbul serta alokasi untuk penayangan iklan di media.
“Kita menyiapkan Rp 2,82 miliar untuk kampanye,’’ kata Fathoni kepada wartawan, Kamis (08/02).
Masih menurut Fathoni, anggaran itu diasumsikan untuk enam paslon. Namun karena di Jombang cuma ada tiga Paslon, maka pihaknya akan memaksimalkan anggaran tersebut di masing-masing pos kegiatan.
“Contohnya seperti jadwal debat publik, KPU akan mengagendakan dua kali jadwal yang dialokasikan sekitar Rp 300 juta. Kemudian pada bahan kampanye KPU mengalokasikan sebesar 1,27 miliar rupiah,” tambahnya.
Lalu pada alat peraga kampanye KPU mengalokasikan Rp 846 juta serta pada penayangan untuk media cetak KPU mengalokasikan RP 504 juta.
“Kita nanti akan maksimalkan anggaran itu untuk empat pos kegiatan,’’ tandas Fathoni.
Sesuai PKPU nomor 4 tahun 2017 tentang kampanye, KPU kabupaten/kota diwajibkan mengalokasikan sebagian anggaran untuk memfasilitasi Paslon dalam kampanye. Aturan tersebut berbeda dengan Pilbup tahun 2013 lalu, dimana saat itu, anggaran kegiatan kampanye dibebankan kepada
Paslon.
Berbeda lagi saat Pilkada 2015, dimana seluruh anggaran kegiatan kampanye Paslon dibebankan pada anggaran APBD melalui KPU. Kini, anggaran kampanye akan dibagi. Dimana KPU menyiapkan dari APBD dan masing-masing Paslon juga bisa mengalokasikan untuk tahapan masa kampanye.
“Tiap Paslon harus tetap mengikuti aturan sesuai PKPU. Misalnya, Paslon bisa menambah biaya hingga 100 persen dari biaya bahan kampanye yang disiapkan KPU,” terangnya.
Sementara untuk bahan kampanye, KPU Jombang sudah menentukan, di antaranya adalah brosur dan selebaran. Artinya, nanti yang diperbolehkan hanya memaksimalkan brosur dan selebaran.
“Jadi tidak boleh ada yang lain, termasuk memasang iklan di media sebelum waktunya,” pungkasnya.(rif)

Tags: