Konjen AS-RELO Gelar Pelatihan Pembelajaran Bahasa Inggris

Dr Greg Kessler memberikan pemaparan pemanfaatan teknologi sebagai media pembelajaran bahasa inggris kepada 87 peserta se Jawa Timur.

Surabaya, Bhirawa
Sebagai bentuk kepeduliannya terhadap sumber daya tenaga kependidikan guru, Konsulat Jenderal America Serikat Surabaya dengan Regional English Language Office (RELO) mengadakan pelatihan strategi pembelajaran bahasa inggris yang menarik dan menyenangkan dalam proses belajar mengajar.
Menurut pemateri workshop Greg Kessler menjelaskan bahwa setiap guru dalam bidang keilmuan bahasa inggris dapat menciptakan material berbentuk digital.
“Guru bisa menggunakan media social untuk bisa mengajak siswa atraktif dan interaktif dalam pembelajaran” ujar spesialis Bahasa inggris Ohio University.
Lanjut Greg, media sosial seperti facebook, instagram, atau media sosial lainnya dapat dimanfaatkan untuk mendapatkan ilmu dari perkumpulan orang. Ia menjelaskan, Misalnya, menggabungkan antara teks dengan gambar atau diskusi mengenai sesuatu yang menarik di sosial media, ide solusi yang ditawarkan, pict stories, fafiction seperti cerita dan video, digital story-telling, meme, mash-up, endless creative options dan sebaginya.
Di akuinya, cara tersebut jauh lebih praktis dan salah satu solusi terbaik untuk proses belajar mengajar (PMB). Menurutnya, dalam memberikan pembelajaran yang efektif dan mudah dipahami oleh siswa, guru seharusnya meluangkan wakunya dengan menerapkan manajemen waktu yang tepat. Sehingga siswa benar-benar dapat menikmati pembelajaran interaktif dengan memanfaatkan peran Facebook. Dengan begitu, pihaknya menilai hal tersebut bisa menjadi bagian dari pembelajaran menyenangkan bagi siswa serta menjadi pengalaman yang berbeda.
Sementara itu, Direktor my America Christian N. Simanullang mengatakan bahwa pelatihan yang diadakan oleh pihaknya merupakan bentuk dari kepeduliannya terhadap sumber daya tenaga kependidikan (guru) untuk terus bisa menajamkan kemampuannya dalam bahasa Inggris guna menunjang proses pembelajaran. Ia mengungkapkan dalam pelatihan tersebut, Greg Kessler membahas mengenai penggunaan teknologi seperti Augmented Reality (AR) untuk membantu kreatifitas dan kecerdasan siswa. Selain itu, penggunaan sosmed dan teknik digital lainnya juga disarankan dalam pelatihan tersebut untuk menunjang PMB.
“Dengan ini, kami berharap agar para guru bahasa inggris di Jatim bisa lebih percaya diri dalam mengajar” harapnya.
Dosen Bahasa Inggris Institute Teknologi Adhi Tama Surabaya (ITATS), Ratih Kuswidyasari mengatakan jika kegitan kepelatihan tersebut sangat menyenangkan. Sebagai seorang dosen bahasa inggris, ia menilai bahwa tidak sedikit mahasiswanya menganggap bahasa inggris tidaklah terlalu penting. Ia mengungkapkan, jika kepaltihan tersebut memberikannya banyak ide untuk menciptakan Fun Learning, mengingat mayoritas mahasiswa nya lebih faham teknologi dari pada bahasa Inggris.
“Dengan begini, saya tertarik untuk memberikan berbagai projek pada mereka, tentunya konteksnya masih membahas bahasa inggris” jelasnya. Tenaga IT SMK Nurul Jadid Phaiton Muji Burrohman Ratih Kuswidyasari, juga memberikan repon yang positif. Ia mengungkapkan jika pelatihan tersebut memberikannya banyak inspirasi untuk mengajar. Guru di salah satu pesantren ini mengatakan, bahwa Ia ingin berjuang di tengah peraturan pesantren yang mengikat untuk memanfaatkan aplikasi yang sudah ada. Mengingat, tuturnya, pesantren memiliki kaidah-kaidah yang tidak bisa di langgar. [ina]

Tags: