”Kepincut” Iklan Gambar Bupati Saiful Ilah di SIPOA Grup

Konsumen ngeluruk Kantor SIPOA. [hadi suyitno/bhirawa]

Sidoarjo, Bhirawa
Manajemen SIPOA Grup tak memenuhi janjinya mencairkan dana miliaran milik konsumen yang pernah dijanjikan. Manajemen apartemen SIPOA di Waru, itu hanya memberi janji-janji lagi namun konsumen menolak janji itu.
Ratusan konsumen , Senin (5/2/2018) mendatangi Kantor Royal Afatar World di Jl Wisata Menanggal Waru, untuk menagih pencairan dana. Walaupun menghadapi kekecewaan konsumen yang hanya dijanjikan mendapatkan apartemen, pada hari yang sama seolah ingin mengejek konsumen, manajemen memasang iklan penjualan apartemen di dua surat kabar lokal.
Apartamen yang dibangun sejak sekitar empat tahun lalu, di perbatasan Surabaya dan Sidoarjo, itu digeruduk konsumennya yang merasa hanya diberi janji-janji akan mendapatkan unit apartemen. Mereka takmelihat progres dari pembangunan tahap II dan III, yang tampak urukan tanah. Unit apartemen itu memang dijual murah dengan harga sekitar Rp200 juta dengan cicilan Rp1,7 juta per bulan.
Sementara foto besar Bupati Sidoarjo, Saiful Ilah yang kerap menjadi ikon iklan penjualan apartemen membuat konsumen yakin SIPOA ini bonafit. Banyak pula yang beranggapan, apartemen ini program pemerintah untuk menjual unit/rumah murah untuk masyarakat menengah ke bawah. ”Saya tidak tahu, kalau ini ternyata murni swasta,” terangnya Beni, warga Sidoarjo.
Farah Ashari, koordinator aksi menegaskan, kedatangan ratusan nasabah ini, untuk memastikan janji managemen Sipoa soal ganti rugi.
”Kita dapat kepastian ganti rugi hari ini, makanya kita bersama-sama ingin memastikan janji itu benar apa tidak,” ujar Farah.
Pada Bulan Desember 2017 lalu, sekitar 100 orang yang menjadi konsumen dan tergabung dalam Paguyuban Pembeli Proyek Sipoa (P2S), juga mendatangi Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polda Jatim.
Mereka melaporkan Sipoa Grup selaku pengembang, diduga melakukan penipuan dalam penjualan hunian apartemen. Para korban membawa spanduk bernada protes kekecewaan karena janji Sipoa tak kunjung terealisasi. Sebelumnya, paguyuban itu sudah melakukan somasi ke Sipoa, tapi tidak digubris.
Pihak paguyuban sudah melakukan hearing dengan anggota DPRD Jatim. Dalam kasus ini terdapat sekitar 300 korban dengan kerugian total senilai Rp30 milliar.
Banyaknya konsumen awalnya tertarik untuk membeli Apartemen Sipoa di kawasan Tambak Oso Waru, Sidoarjo, karena harga yang miring. Harganya per hunian mulai dari Rp185 sampai Rp190 juta dan Rp210 juta.
Selain itu, para konsumen tertarik lantaran dikira ada kerja sama dengan Pemkab Sidoarjo. Randi Pradana salah satu korban mengatakan dirinya sudah membayar Rp71 juta. Sesuai kesepakatan awal tahun 2016, sudah ada penyerahan. Namun saat dicek di lokasi tanah masih kosong. [hds]

Tags: