Kematian Guru Budi Sedot Keprihatinan Kasek se Surabaya

Kepala Cabang Dindik Surabaya Sukaryantho bersama rombongan kepala sekolah bertakziyah di kediaman alamrhum guru Budi.

Hari Ini, PGRI Se Madura Gelar Aksi Simpatik

Surabaya, Bhirawa
Keprihatinan atas meninggalnya Budi Cahyoni guru SMAN 1 Torjun, Sampang terus mengalir. Selain ungkapan bela sungkawa, pentakziyah juga berdatangan dari berbagai elemen. Tak terkecuali para kepala sekolah SMA/SMK se Surabaya yang kemarin datang ke kediaman almarhum, Rabu (7/2).
Kedatangan rombongan kepala sekolah ini dipimpin langsung Kepala Cabang Dinas Pendidikan (Dindik) Surabaya Dr Sukaryantho. Pria yang akrab disapa Karyanto ini mengungkapkan, kedatangannya ke rumah almarhum termotivasi sejumlah alasan. Selain ingin bertakziyah dan mendoakan almarhum, pihaknya juga ingin belajar dari pengalaman yang telah terjadi.
“Ini menjadi pelajaran kita bersama. Baik untuk para guru, kepala sekolah maupun para siswa,” tutur Karyanto.
Dengan peristiwa semacam ini, pihak sekolah maupun guru patutnya semakin kuat mendidik karakter anak. Sehingga, hal semacam ini tidak akan terulang kembali di masa mendatang. Khususnya di sekolah-sekolah Surabaya. “Jangan sampai terulang, jangan sampai terjadi lagi hal semacam ini. Baik di Surabaya sendiri maupun di sekolah lain di luar Surabaya,” tutur dia.
Alumnus doktoral Universitas 17 Agustus Surabaya ini mengaku, hikmah lain yang dapat diambil dari peristiwa ini adalah solidaritas insan pendidikan yang kuat. Tidak hanya para guru dan dan siswa di Sampang yang merasa kehilangan, melainkan juga guru-guru dari Surabaya dan berbagai daerah di Jatim ikut merasakan.

PGRI Se Madura Gelar Aksi Keprihatinan
Sejumlah elemen guru yang dimotori oleh kolega almarhum Ahmad Budi Cahyanto –guru GTT yang meninggal dianiaya siswanya–, serta kalangan Persatuan Guru Republik Indonesia se-Madura akan menggelar aksi simpatik dan keprihatinan terkait peristiwa tragis tersebut serta nasib Guru GTT di Sampang Kamis (8/2) hari ini.
Di sisi lain, proses pengumpulan dana untuk almarhum Ahmad Budi Cahyanto (ABC) yang telah digalang oleh kolega saat kuliah hingga Rabu (7/02) sore telah terkumpul donasi dari para donatur sebesar Rp183.709.100.
Tsabit, koordinator aksi solidaritas ‘Duka Budi, Duka Guru Kita’ untuk wilayah Kabupaten Sumenep yang merupakan staf pengajar di salah satu pondok pesantren di Kecamatan Bluto Kabupaten Sumenep menyatakan persiapan aksi untuk almarhum ABC sudah matang dan akan digelar besok di Sampang.
“Semua persiapan sudah tuntas, bahkan sejumlah guru dari perwakilan PGRI dari beberapa kecamatan di Sumenep sudah mulai berangkat hari ini sekalian menyambut Perwakilan PGRI Jawa Tengah dan Jawa Timur serta Pusat yang hari ini takziah ke rumah duka. Aksi solidaritas besok paling sedikit akan melibatkan 1.000 orang peserta aksi, tapi berdasar data yang masuk dimungkinkan akan membengkak,” kata Tsabit kepada pers Rabu (7/2) kemarin.
Di sisi lain, Fathol Arifin, Pendamping Desa Kabupaten Situbondo yang juga rekan kuliah almarhum ABC di Universitas Negeri Malang sekaligus koordinator penggalangan dana menyatakan hingga sore ini telah terkumpul donasi untuk keluarga almarhum ABC sebesar Rp183.709.100.
“Mestinya penggalangan dana akan ditutup hari ini, tetapi karena banyalnya permintaan dari sejumlah pihak akan ditutup besok pagi [Kamis, red) pukul 09.00 sekaligus prosesi serah terima donasi ke keluarga almarhum ABC dengan mekanisme di transfer,” kata Fathol Arifin. Fathol melanjutkan bahwa selanjutnya proses donasi bagi para pihak nantinya diharapkan akan menggunakan rekening keluarga atau istri Almarhum ABC yang saat ini sedang hamil 5 bulan. [tam]

Tags: