Gelar Aksi Simpati untuk Guru SMA 1 Torjun Sampang

Para siswa dan guru SD Muhammadiyah 6 Gadung, Surabaya menggelar salat gaib doakan Almarhum Achmad Budi Cahyanto. [trie diana]

Surabaya, Bhirawa
Meninggalnya Guru Tidak Tetap (GTT) SMA 1 Torjun, Sampang, Madura, Almarhum Ahmad Budi Cahyono mendapat simpati dari siswa-siswi SD Muhammadiyah 6 Gadung, Surabaya. Sebanyak 476 siswa bersama para pengajar menggelar salat gaib di lapangan sekolah, dilanjutkan pengumpulan donasi untuk keluarga almarhum.
Menurut Kepala SD Muhammadiyah 6, Ustadz Munahar SPd, salat gaib untuk mendoakan almarhum Budi yang mengajar Mata Pelajaran Seni Rupa itu digelar sebelum pelajaran dimulai dengan Imam Ustadz Basirun SAg SPd. Sementara pengumpulan donasi berhasil memperoleh uang sebesar Rp1.554.500, selanjutnya diserahkan kepada Lembaga Zakat Infaq dan Shadaqah Muhammadiyah (Lazismu) Jatim untuk diteruskan kepada keluarga almarhum Budi di Desa Jrengik, Kec Jrengik, Kab Sampang.
“Salat gaib yang kami gelar bersama siswa dan staf pengajar ini untuk mendoakan almarhum Budi yang meninggal terkait dugaan penganiayaan oleh salah satu siswanya. Kami beserta para siswa turut berduka cita semoga dosa-dosa almarhum diampuni dan keluarga yang ditinggalkan diberikan kesabaran menghadapi cobaan,” kata Ustadz Munahar ketika ditemui usai mengikuti salat gaib.
Ustadz Munahar mengaku prihatin dengan kejadian yang merengut nyawa guru muda itu. Seharusnya kejadian itu tidak perlu terjadi, sebab sosok guru harus dihormati dan disayangi bukannya dianiaya hingga meninggal dunia. Siswa seharusnya tidak melakukan hal itu kepada gurunya, karena ilmu yang didapatkan bisa menjadi bermanfaat bila para siswa menghormati para gurunya.
“Guru itu adalah orang tua kedua yang ada di sekolah. Sehingga keberadaan guru menjadikan kesuksesan seseorang murid, sebab dari tidak tahu menjadi tahu, dari tidak bisa menjadi bisa, dari biadab menjadi beradab. Maka kejadian di Sampang itu membuat keprihatinan bagi kami, dan sebagai rasa simpati kepada Almarhum Budi maka digelar salat gaib sekaligus penggalangan infak untuk keluarga almarhum,” jelasnya.
Maka sebagai guru, Ustadz Munahar mengajak pada dirinya pribadi dan kepada para guru untuk lebih berhati-hati dan lebih sabar dalam mendidik para siswanya sehingga bisa menjadi teladan. Sementara terhadap para siswa hendaknya memiliki rasa hormat yang lebih pada para gurunya dan harus mematuhinya. Sedangkan dari sisi pembelajaran terhadap siswa SD Muhammadiyah 6, mereka menjadi tahu bagaimana melaksanakan salat gaib dan salat jenazah. Sehingga kedepannya katika para siswa menjumpai peristiwa kematian maka bisa melaksanakan salat seperti yang dicontohkan Rosulullah Muhammad SAW. [fen]

Tags: