Gandeng Dewan Pers, Bawaslu Pantau Pelanggaran Pemberitaan

Muhammad Amin

Bawaslu Jatim, Bhirawa
Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Jawa Timur Muhammad Amin menegaskan instansinya akan bekerja dengan dewan pers dan lembaga penyiaran untuk memantau potensi pelanggaran pemberitaan dalam Pilgub Jatim 2018.
“Terkait dengan audio visual kami akan bekerjasama dengan lembaga penyiaran, sedangkan dengan media cetak kami kerjasama dengan dewan pers,” katanya, Rabu (14/2).
Dia berharap, agar media bisa berimbang dalam memberitakan paslon di Pilgub Jatim. Jika nantinya ada pelanggaran, Bawaslu Jatim akan bekerjasama untuk memprosesnya. “Kalau ada pelanggaran maka kami akan bekerjasama untuk memprosesnya. Bagi media, akan kita serahkan kepada kedua lembaga itu,” tandasnya.
Dia mengatakan pihaknya juga memantau pemuatan iklan di media cetak dan elektronik ketika memasuki masa kampanye. Selain konten, Bawaslu Jatim juga akan memantau durasi penayangan agar tidak melanggar.
“Terkait iklan kami juga akan memantau bagaimana durasinya dan kontennya jangan sampai menyalahi aturan,” katanya.
Selain itu, Bawaslu Jatim juga akan menerjunkan tim untuk memantau media sosial. Agar berita hoax dan SARA bisa dicegah dan diminimalisir. “Kami akan menerjunkan tim untuk memantau di media sosial agar tidak ada isu SARA dan berita hoax bisa ditangkal,” pungkasnya.
Termasuk soal politik uang, Bawaslu Jatim juga minta media massa untuk ikut berpartisipasi mengawasinya. Mengingat masyarakat masih mempercayai media untuk dapat mengungkapkan praktik uang yang terjadi selama Pilgub Jatim berlangsung.
”Dari beberapa catatan, soal politik uang banyak diungkapkan oleh media. Pasalnya, masyarakat masih yakin jika melalui media dapat mengungkap praktik kotor tersebut. Karenanya, kami melalui dewan pers berharap media juga mengawal terjadinya praktik uang,”lanjutnya.
Ditambahkannya, banyak praktik politik uang jarang terungkap karena masyarakat yang mengetahuinya tidak mau jadi saksi saat kasus tersebut dilaporkan ke pihak berwajib. Berbeda jika itu diungkap oleh media dulu sebelum dilaporkan sebagai kasus pelanggaran dalam pilkada. [cty]

Tags: