Emil Dardak Ungkap Kuliner Khas Jatim Paling Diburu di Luar Negeri

Emil Elistianto Dardak (baju Putih) menikmati ketan punel dengan ditemani pemilik Kedai Ketan Punel Wahyu Darmawan di depan Taman Bungkul Surabaya, Kamis malam (22/2). [Gegeh Bagus Setiadi/bhirawa]

(Menikmati Ketan Punel di Surabaya)
Surabaya, Bhirawa
Kesibukan memerankan diri sebagai Calon Wakil Gubernur (Cawagub) ternyata tidak membuat Emil Elistianto Dardak melupakan makanan favoritnya ketan. Usai menghadiri acara silaturahim KAHMI di Mercure Hotel Surabaya, Emil mengajak awak media untuk menikmati ketan di sekitar Taman Bungkul Surabaya, Kamis malam (22/2).
Kelelahan yang terlihat di wajah Emil seakan sirna setelah dua porsi ketan punel tersaji di hadapannya. Ketan dengan varian keju coklat dan ketan durian dilahap. Dengan ditemani secangkir teh tawar hangat membuat Emil kembali bersemangat untuk bercerita tentang berbagai pengalamannya dan kegemarannya akan sajian ketan yang biasa ia dapatkan dari ibunya.
“Dari dulu saya suka ketan. Biasanya memang dulu kalu dibelikan di pasar, ya ketan dengan bubuk kedelai atau ketan dengan gula jawa. Tapi diera milineal ternyata sajian ketan menjadi beraneka rasa seperti dengan coklat atau juga durian, ” ujar Emil yang juga ditemani pemilik kedai Ketan Punel Wahyu Darmawan.
Meski malam telah larut dan gerimis mengguyur kawasan sekitar tak menyurutkan Emil dari tempat duduknya yang berupa papan bambu. Bahkan sesaat Emil sempat memimpin rapat kecil ditempat tersebut untuk membahas berbagai kegiatan yang akan di jalaninya hari ini, termasuk menjemput Mantan Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono yang rencananya akan datang hari ini untuk berkampanye di wilayah mataraman.
“Ya, saya senang bisa bersilaturahim dengan teman teman media, meski telah malam, teman teman masih aktif berburu berita. Saya salut,” Ujar Suami Arumni Bachsin ini .
Emil juga menitipkan harapan pada masyarakat agar jangan takut untuk menjadi pengusaha kuliner dengan mengembangkan kuliner tradisional. Jawa Timur ini, kata dia, kaya akan kuliner tradisional seperti ketan yang bisa diolah dan dikreasi menjadi makanan yang berkelas.
“Jangan lupa di luar negeri makanan tradisional Indonesia termasuk dari Jawa Timur banyak digemari dan mempunyai kelas tersendiri. Jadi jangan ditinggalkan dan beralih ke makanan import yg saat ini banyak masuk ke Indonesia,” lanjut Pria yg lama menghabiskan masa sekolahnya di Luar Negeri ini.
Diakhir pertemuannya Emil tidak lupa mengajak awak media untul berdoa agar Jawa Timur aman serta warganya sejahtera. “Mari kita doakan Jawa Timur agar tetap satu dalam kebersamaan meraih masa depan yang lebih baik demi masyarakat yang sejahtera,” pungkas Bupati Trenggalek tersebut. (geh)

Tags: