Elektabilitas Gus Ipul 53,7 Persen Khofifah 46,3 Persen

Khofifah Indar Parawansa dan Saifullah Yusuf

Surabaya, Bhirawa
Lembaga survei independen KedaiKOPI (Kelompok Diskusi dan Kajian Opini Publik Indonesia), meluncurkan hasil survei Pilgub Jatim satu minggu setelah pengundian nomor urut. Hasilnya, elektabilitas pasangan H Saifullah Yusuf dan Puti Guntur Soekarno (Gus Ipul-Puti) unggul pada kisaran 53,7 persen dari pasangan Khofifah Indar Parawansa dan Emil Elestianto (Khofifah-Emil) yang memperoleh dukungan 46,3 persen suara.
Direktur riset dan kajian KedaiKOPI, Kunto Adi Wibowo mengatakan, survei dilakukan dengan metode tatap muka, melibatkan 600 responden dengan margin of error (MoE) +/- 4,08 persen pada interval kepercayaan 95 persen. Survei dilakukan 2 sampai 8 Februari 2018. Untuk teknik sampling menggunakan metode acak bertingkat.
“Selisih sekitar 7,4 persen merupakan modal awal bagi Gus Ipul dan Puti. Apalagi jika melihat bahwa popularitas mereka masih di bawah kompetitornya masing-masing,” tutur Kunto, Kamis (22/2).
Popularitas Khofifah berada di urutan pertama (94,1 persen), disusul oleh Gus Ipul (90,9 persen), dan Emil (48,7 persen), sedangkan Puti 28,5 persen responden. Kunto menggarisbawahi rendahnya nilai korelasi antara elektabilitas dan popularitas kandidat Gubernur dan Wakil Gubernur di Jatim. “Apalagi pada sebelum masa kampanye seharusnya popularitas berkorelasi tinggi dengan elektabilitas,” tandasnya.
Beberapa faktor yang membantu naiknya elektabilitas pasangan bernomer urut 2 ini adalah faktor petahana. Sehingga dipersepsi oleh pemilih sebagai calon yang lebih berpengalaman dan faktor persepsi religiusitas yang dilekatkan pada sosok Gus Ipul, apalagi faktor agama adalah rujukan utama untuk memilih Gubernur dan wakil Gubernur (75,4 persen) disusul oleh faktor kesukuan (40,1 persen), dan faktor petahana atau pengalaman (30,5 persen).
Sementara Founder Lembaga Survei KedaiKOPI, Hendri Satrio mengatakan, dengan keunggulan elektabilitas pasangan Gus Ipul-Puti seharusnya masih bisa diangkat dengan mendongkrak popularitas calon Wakil Gubernurnya. “Popularitas Puti jika terus ditingkatkan akan jadi faktor penting dalam menentukan hasil pilkada,” katanya.
Satu lagi yang membuat kontestasi politik di Jatim ini unik adalah 43,7 persen pemilih menentukan pilihannya di hari-hari tenang dan bahkan di hari H pemilihan. Mereka yang menentukan pilihannya di fase akhir pilkada tersebar secara merata sebgai pendukung kedua pasangan calon. Hendri menyatakan bahwa kedua pasangan calon harus bekerja keras untuk meyakinkan mereka yang akan menentukan pilihannya di etape akhir pilkada. [iib]

Tags: