BNNP Jatim Musnahkan Sabu Rp 10 Miliar Siap Edar di Surabaya

Kepala BNNP Jatim Brigjen Pol Bambang Budi Santoso menunjukkan barang bukti sabu seberat 8 kilogram yang dimusnahkan ke dalam incinerator (mesin pemusnah), Rabu (7/2). [abednego/bhirawa]

BNNP Jatim, Bhirawa
Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jatim memusnahkan narkoba jenis sabu seberat 8 kilogram ke mesin pemusnah atau incinerator, Rabu (7/2). Hasil ungkap selama tiga bulan, mulai Desember 2017 hingga Februari 2018 ini senilai kurang lebih Rp 10 miliar dan rencananya diedarkan di wilayah Surabaya dan sekitarnya.
Hasil ungkap itu disita dari tiga jaringan pengedar narkoba yang berhasil diungkap petugas BNNP Jatim, Bea Cukai Tanjung Perak dan Bea Cukai Juanda Surabaya. Hasil pengungkapan narkotika dari Bangkalan Madura, petugas menyita lebih dari 9 ons sabu, serta mengamankan dua tersangka, dan satu di antaranya tewas.
Kasus kedua, pengungkapan petugas gabungan dari BNNP Jatim dan Bea Cukai Tanjung Perak. Dari hasil ungkap ini petugas mengamankan enam orang tersangka. Sementara dua di antaranya meninggal dunia karena berusaha melawan petugas. Ada pun narkoba jenis sabu yang disita dari kasus ini seberat kurang lebih 7 kilogram. Kasus ketiga, pengungkapan petugas BNNP Jatim bersama Bea Cukai Juanda Surabaya dan berhasil mengamankan sabu seberat 140 gram.
“Barang bukti sabu seberat 8 kilogram hasil ungkap BNNP Jatim, Bea Cukai Tanjung Perak dan Bea Cukai Juanda ini nilainya kurang lebih Rp 10 miliar. Rencananya akan diedarkan di Surabaya dan sekitarnya,” kata Kepala BNNP Jatim Brigjen Pol Bambang Budi Santoso, Rabu (7/2).
Bambang menjelaskan, meski dalam pemeriksaan sementara, sabu tersebut akan diedarkan di Surabaya dan wilayah Jawa Timur namun pihaknya akan terus melakukan pengembangan terhadap hasil ungkap tiga kasus ini. Pihaknya pun mengaku peredaran sabu dari hasil ungkap Desember 2017 hingga Februari 2018 ini tidak menutup kemungkinan diedarkan ke luar daerah di Indonesia.
“Untuk sementara peredarannya bisa saja di dalam Surabaya maupun akan diedarkan keluar. Kami pastikan akan melakukan pengembangan, dan bukan hanya sampai di sini saja pengungkapan kasus ini,” tegasnya.
Pihaknya menambahkan, hasil ungkap sabu seberat 8 kilogram ini merupakan jaringan Internasional. Sebagian besar barang-barang haram ini dipasok dari negeri Jiran Malaysia, dan beberapa dari Aceh. “Barang bukti sabu tersebut ada yang dari Malaysia. Ada juga yang dari Aceh, yang Aceh itu juga berasal dari Malaysia,” tambahnya.
Mantan Kepala BNNP Papua ini mengaku Indonesia merupakan pangsa pasar yang menggiurkan bagi bandar-bandar narkoba jaringan internasional. Hal itu tidak terlepas dari besarnya jumlah penduduk di Indonesia.
“Dengan sinergitas dan tinggalkan ego masing-masing, mungkin bandar-bandar narkoba dari luar negeri akan takut masuk ke Indonesia. Selama ini kita masih saling klaim siapa yang hebat, karena itu akan dimasuki oleh bandar-bandar itu,” ungkapnya.
Bambang menegaskan, selama dirinya menjabat Kepala BNNP Jatim akan menggandeng pihak-pihak lain untuk ikut bersama-sama dalam memberantas narkoba. “Selama saya di sini, saya sudah sampaikan, ayo bergandengan tangan dan tinggalkan ego sektoral untuk berantas narkoba,” pungkasnya. [bed]

Tags: