Angka Partisipasi PAUD Kota Probolnggo Capai 96 Persen

Wali Kota Probolinggo Rukmini saat melakukan sosialisasi akreditasi lembaga PAUD.

Probolinggo, Bhirawa
Perkembangan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) di Kota Probolinggo cukup membanggakan. Hal itu diakui Wali Kota yang juga Bunda PAUD Kota Probolinggo, Rukmini. Menurutnya, respon masyarakat terhadap PAUD di kota ini sangat baik.
“Keberadaan PAUD di Kota Probolinggo direspon cukup baik. Beberapa yayasan seperti Dharma Wanita, organisasi masyarakat, serta dari perorangan banyak yang mendirikan PAUD dengan berbagai jenjang. Ada yang mendirikan TK (taman kanak-kanak), KB (kelompok bermain), juga TPA (taman penitipan anak). Ada juga yang mendirikan tiga layanan sekaligus,” ungkap Rukmini, Selasa (6/2) kemarin. Hal ini diungkapkan pada sosialisasi akreditasi lembaga PAUD dan seminar menjadi Guru PAUD hebat, profesional dan bermartabat. Kegiatan di Gelanggang Olah Raga (GOR) SMKN 2, yang diikuti seluruh guru PAUD se-Kota Probolinggo itu digelar Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olah Raga (Dispendikpora) setempat.
“Saya sangat mengapresiasi langkah Dispendikpora yang merencanakan akreditasi lembaga PAUD. Tentu kuantitas penting, tapi kualitas PAUD juga tidak boleh diabaikan. Kita harus menata lembaga-lembaga PAUD guna memastikan generasi kita mendapatkan pendidikan dini yang terbaik,” paparnya.
Kabid PAUD, Pendidikan Masyarakat, dan Pendidikan Inklusif pada Dispendikpora Kota Probolinggo, Heri Wijayani mengungkapkan seminar ini diadakan untuk membina peningkatan layanan, dan kompetensi PAUD. “Angka partisipasi PAUD di Kota Probolinggo ini mencapai 96 persen. Untuk itu kami merasa perlu untuk meningkatkan kompetensi Guru PAUD,” ujar Heri.
Pada kesempatan itu, Dispendikpora mengundang Sinung Widodo, spesialis komponis lagu anak nasional. Sinung mengenalkan metode pembelajaran melalui gerak dan lagu kepada guru PAUD. Sinung juga mengajak wali kota untuk menyanyikan lagu yang ia ciptakan saat itu juga.
Wali Kota Probolinggo Rukmini menambahkan, kegiatan ini agar mampu memajukan pendidikan anak usia dini, karena ditangan mereka masa depan bangsa akan diwarisi. “Sungguh penting inovasi baru, apalagi dalam upaya menyukseskan kurikulum 13 serta dalam penggunaan alat permainan edukatif. Serta mampu menaikkan APK dan IPM (Indeks Pembangunan Manusia), ” taandasnya.
Pada 2017 lalu diadakan Paud Award merupakan Best Practice Pemerintah Kota Probolinggo dalam mengapresiasi para pendidik Paud dan TK.
“Serta menjadi harapan bagi BP Paud Provinsi Jawa Timur untuk bisa bekerja sama dengan Pemerintah Kota Probolinggo dalam peningkatan tenaga pendidikan dan penjaminan mutu tenaga pendidik di wilayah Provinsi Jawa Timur,” tambahnya. [wap]

Tags: