Tiga Paslon Wajib Mundur dari Jabatan

Suasana Kantor KPUD Sampang

Sampang, Bhirawa
Semua Pasangan Calon (Paslin) Bupati dan Wakil Bupati Sampang yang sudah mendaftar ke KPU Sampang harus melepas semua jabatan yang disandangnya , meski dalam pendaftaran sudah melampirkan surat pernyataan pengunduran diri dari jabatan lama.
Penegasan yang disampaikan KPU Sampang ini sesuai dengan Peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU) Nomor 15 tahun 2017, pasal 42 huruf (f), mewajibkan calon harus melampirkan pengajuan pengunduran diri pada instansi terkait maksimal H + 5 setelah penetapan calon.
Berdasrkan tiga Paslon yang mendaftar ke KPU Sampang yakni pasangan (Hisbullah), H Hisan (anggota DPRD Provinsi), KH Abdullah Mansyur (anggota DPRD Sampang), pasangan (Jihad) Slamet Junaidi (anggota DPR RI) dan Abdullah Hidayat (Kepala Desa Bringin Nonggal, Kec Torjun, Kab Sampang) dan pasangan (Mantap) Hermanto Subaidi (PNS staf Kel Polagan, Kec Sampang Kota dan H Parto (Bendahara DPC PKB Sampang).
Menurut Miftahur Rozaq, Komisioner KPU Sampang, dari tiga Paslon Bupati dan Wakil Bupati Sampang yang mendaftar ke KPU sudah melampirkan surat pernyataan pengunduran diri dari jabatannya, baik yang PNS, anggota Dewan dan kepala Desa. Bahkan Bapaslon yang latar belakang kepala desa juga dilengkapi surat pemberhentian dari Bupati.
” Setelah kami menerima berkas pendaftaran tiga Bapaslon, saat ini masih tahapan penelitian berkas persyaratan hingga 16 Januari 2018. Tetapi terkait surat pemberhentian dari instansi terkait di sampaikan ke KPU maksimal H + 5 setelah penetapan calon, sedangkan penetapan calon nanti pada 12 Februari 2018,” terang Rozaq.
Lebih lanjut, Miftahur Rozaq saat ditanya terkait proses Pergantian Antar Waktu (PAW) yang kebetulan ada tiga orang yang dari latar belakang dewan, hal itu merupakan kewenangan partai politik internal masing-masing, di sampaikan pada kesekretariatan dewan masing-masing lalu disampaikan ke KPU. [lis]

Rate this article!
Tags: