Silpa Kabupaten Sidoarjo Terbesar dalam Sejarah?

Bupati Sidoarjo, Saiful Ilah

Sidoarjo, Bhirawa
Penyerapan belanja APBD 2017 di Sidoarjo, mencapai Rp930 miliar atau sekitar 22% dari jumlah APBD 2018 yang nilainya Rp4,3 triliun. Rendahnya penyerapan akibat banyaknya proyek yang tak selesai tepat waktu. Hingga kini puluhan proyek yang seharusnya selesai akhir 2017, masih berjalan.
Bupati Sidoarjo, Saiful Ilah, Kamis (11/1) kemarin, menyebutkan, sebetulnya angka Silpa tidak sebesar itu. Tetapi ada baiknya menunggu hasil audit BPK saja berapa angka riilnya. Diakui banyaknya proyek yang dikerjakan di akhir tahun menjadi penyebab rendahnya penyerapan. Bila proyek bisa diselesaikan sesuai dengan kontrak, Silpa tidak sebesar itu.
”Uangnya itu sebetulnya sudah ada yang punya. Tetapi karena kontraktornya belum selesai maka uang itu ditahan sampai proyeknya nanti selesai semua,” ujarnya.
Jadi uang itu tak boleh dipakai karena sudah miliknya orang (kontraktor pelaksana). Contohnya soal anggaran proyek untuk pembangunan gedung BPN Rp7,5 miliar, lalu gedung kejaksaan Rp9 miliar. Uang itu masih di Kasda, tetapi sebetulnya uang itu sudah ada yang punya.
Diakui di Dinas PUPR Sidoarjo sangat banyak sekali proyek yang belum diselesaikan sampai sekarang ini. Seperti pekerjaan jalan beton. Gedung Lokapala Krian, dan ia meminta agar dinas ini segera menyelesaikan pekerjaan ini dalam 50 hari ke depan. ”Pak Sigit (Kadis PUPR) sudah menjanjikan akan menyelesaikan dalam 50 hari (terhitung mulai 1 Januari),” pintanya.
Dengan besarnya Silpa berdampak pada besarnya APBD Sidoarjo 2018 yang besarnya Rp4,3 triliun. Dari versinya, makin besarnya Silpa makin baik. Tetapi pemerintah pusat tidak melihat begitu. ”Sidoarjo bisa dibilang goblok karena sudah diberi uang tetapi tidak bisa membelanjakan,” ujarnya.
Kepala BPK-AD (Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah), Ny Noer Rochmawati, membenarkan angka Silpa Sidoarjo di kisaran Rp930 miliar. Angka fixnya belum dihitung. ”Kurang lebihnya segitu,” terangnya.
Bila Silpa Sidoarjo 2017 benar mencapai Rp930 miliar maka akan menjadi sejarah sendiri karena belum pernah ada Silpa yang mencapai rekor sebesar itu. Silpa 2015 sebesar Rp574 miliar, tahun berikutnya 2016 naik sedikit menjadi Rp583 miliar. Memang terjadi lonjakan sangat besar tahun 2014 yakni Rp714 miliar.
Menurut anggota Badan Anggaran (Banggar) DPRD Sidoarjo Bangun Winarso, besaran Silpa itu bukan sebuah prestasi. Data itu semestinya menjadi bahan introspeksi jajaran pemkab. Mereka harus mencari terobosan untuk menurunkan besaran Silpa. Sebab, hal itu jadi indikator pembangunan yang tidak berjalan sesuai rencana. ”Dana mandeg di kas daerah, bukan prestasi” katanya. [hds]

Tags: