Pemkab Malang Pertahankan Kota Kepanjen Sebagai Kota Bersih

Petugas Satpol PP Kabupaten Malang saat melakukan penertiban PKL liar di wilayah Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang

Kab Malang, Bhirawa
Kota Kepanjen terus berupaya mempertahankan diri sebagai peraih Adipura Kategori Kota Kecil.
“Sebab, Kota Kepanjen selama ini tidak hanya sebagai kota terbersih dari sampah, tapi juga terjaganya lingkungan hidup yang bersih. Sehingga hal itu bisa terciptanya udara yang bersih dari polusi udara yang kotor,” ujar Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Malang, Budi Ismoyo, Kamis(11/1) .Ia menegaskan, masyarakat Kota Kepanjen telah memiliki andil yang cukup besar dalam menjaga lingkungan di masing-masing wilayah tempat tinggalnya. Dan selama ini masyarakat setempat sangat mendukung program yang telah digulirkan Pemkab Malang.
Untuk mendukung kota yang memiliki predikat kota bersih, lanjut Budi, tentunya DLH memiliki program yang salah satunya adalah pengolahan gas metan di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Talangagung, Desa Talangagung, Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang.
“Dari sampah itulah, maka bisa dihasilkan gas metan, dan gas metan tersebut saat ini sudah dirasakan manfaatnya oleh masyarakat di sekitar TPA Talangagung,” jelasnya.
Menurutnya, dengan adanya Kota Kepanjen mampu mempertahankan penghijauan dan mampu menciptakan kebersihan kota, maka tim penilai tahap satu dari Provinsi Pemerintah Jawa Timur (Pemprov Jatim) sangat kagum dengan melihat kondisi Kota Kepanjen.
Sehingga pada penilaian tahap satu tidak ada catatan yang begitu signifikan, hal itu harus ditindaklanjuti sebagai langka untuk pemenuhan penilaian selanjutnya.
“Dan bahkan, tim penilai juga meminta agar kota kecamatan yang lainnya bisa melakukan hal yang sama, yaitu melakukan penanganan sampah secara maksimal dan berdaya guna seperti yang ada di Kota Kepanjen. Sehingga tidak ada catatan yang perlu tindak lanjuti, karena tim penilai hanya memberi masukkan saja,” ungkap Budi.
Sementara itu, dia yang juga pernah menjabat sebagai Kepala Dinas Pendidikan (Kadindik) kabupaten setempat menambahkan, setelah tim penilai pertama melakukan penilaian di wilayah Kecamatan Kepanjen, berikutnya tim penilai kedua akan melakukan penilaian yaitu pada bulan Februari 2018 mendatang. Sedangkan tim penilaian kedua akan melakukan penilaian terkait penanganan Penjual Kaki Lima (PKL) liar dan parkir liar.
Secara teripsah, Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Kasat Pol PP) Kabupaten Malang Holidin juga menyampaikan, bahwa pihaknya sebagai penegak Peraturan Daerah (Perda), dirinya sudah menjalankan dalam melakukan penertiban pada masyarakat yang telah melanggar Perda.
Diantaranya, menertibkan PKL liar yang telah melanggar Perda Nomor 15 Tahun 2013 tentang Penataan dan Pemberdayaan Perdagangan Kaki Lima.Karena PKL liar jika tidak ditindak tegas, maka akan membuat kumuh di wilayah Kota Kepanjen.
“Apalagi, Kota Kepanjen tersebut sudah berulangkali memperoleh Piala Adipura. Sehingga pihaknya terus melakukan penertiban, agar PKL dan parkir liar bisa kami tindak supaya tidak merusak keindahan kota. Dan kami pun juga berharap agar pada tahun ini Kabupaten Malang kembali memperoleh Piala Adipura yang sekian kalinya,” tandasnya. [cyn]

Tags: