Pasangan Adjib Kecewa, Dukungan Hanura Dianulir KPU

Pasangan Irsyad-Mujib Imron dengan dihantar ribuan pendukungnya di kantor KPU Kabupaten Pasuruan, Rabu (10/1). Dari 9 partai pengusung, satu partai yakni Partai Hanura dianulir oleh KPU Kabupaten Pasuruan karena dianggap tidak memenuhi syarat. [Hilmi Husain]

Pilkada Pasuruan Dipastikan Hanya Diikuti Calon Tunggal

Pasuruan, Bhirawa
Pasangan calon bupati (cabub) dan calon wakil bupati (cawabub) Pasuruan, HM Irsyad Yusuf-KH Mujib Imron (Adjib) mendaftarkan diri sebagai pasangan calon dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kabupaten Pasuruan ke KPU Kabupaten Pasuruan, Rabu (10/1).
Pasangan Adjib mendaftar diusung sembilan partai, yakni PKB, NasDem, Gerindra, Golkar, PPP, PKS, Hanura dan PDIP dan Demokrat serta didukung PAN (non perlemen). Namun dalam pendaftarannya, Partai Hanura dianulir oleh KPU lantaran dianggap tidak memenuhi syarat.
Tak memenuhi syarat yang dimaksud itu adalah surat dukungan tidak ditanda tangani ketuanya, yakni Hermadi yang tengah umroh.
Tentusaja, keputusan KPU menganulir Hanura itulah mendatangkan kekecewaan bagi pasangan Adjib, karena sebelumnya mereka sudah berkonsultasi lebih dahulu dan menuruti semua saran yang disampaikan KPU.
“Semua partai sepakat mengusung pasangan kami. Tapi dengan anulir Hanura ini, kami sangat kecewa dengan KPU yang tak profesional. Sebab kami sudah berkali-kali berkonsultasi dengan KPU dan memenuhi semua sarannya, tapi baru tadi pagi yang mengharuskan adanya persyaratan dari imigrasi untuk Pak Hermadi yang beribadah umroh,” terang HM Irsyad Yusuf.
Menurut Irsyad, sejak awal pihaknya mengetahui persyaratan untuk pendaftaran. Sebelumnya mereka berinisiatif berkosultasi dan meminta saran ke KPU. Saran KPU seperti melampirkan surat mandat dari yang bersangkutan, keterangan travel dan Kantor Kementerian Agama (Kemenag) sudah dipenuhi. “Permintaan surat keterangan dari imigrasi baru disampaikan itu tadi. Seharusnya sejak kemarin sudah disampaikan sehingga tim kami bisa mengurusinya,” tambah Irsyad.
Pantauan Bhirawa dilokasi, terjadi perdebatan seru terkait penganuliran Hanura oleh KPU tersebut. Sehingga pendaftaran Pasangan Irsyad-Adjib yang dilakukan sejak pagi hari, baru disepakati sekitar pukul 15.00 WIB.
Sebanyak delapan partai pengusung Pasangan Adjib yang diterima KPU Kabupaten Pasuruan adalah PKB, Partai Nasdem, PDIP, Partai Demokrat, PPP, PKS, Partai Golkar dan Partai Gerindra.
“Kami tidak bisa menerima dukungan dari Partai Hanura, karena sesuai dengan peraturan PKPU yang ada. Kami akan mengeluarkan berita acara untuk menganulir dukungan Partai Hanura itu,” ujar Ketua KPU Kabupaten Pasuruan Winaryo Sujoko.
Sementara itu, Ketua DPD Partai Nasdem Kabupaten Pasuruan, Joko Cahyono menegaskan pihaknya akan mengambil sikap tegas dan mengambil langkah-langkah tertentu. “Kami akan mengambil sikap, termasuk langkah-langkah yang akan kami lakukan atas keputusan KPU itu. Yang terpenting hari ini adalah pasangan Adjib yang kami usung, telah diterima secara resmi,” tegas Joko Cahyono.
Komisioner Devisi Hukum dan Penindakan Panwas Kabupaten Pasuruan, Nasruf yang mengikuti proses pendaftaran calon menyampaikan pendapatnya. Bahwa sesuai PKPU yang ada, bahwa ketidak hadiran Ketua Partai Hanura karena umroh, cukup dibuktikan surat Kemenag.
“Dalam PKPU disebutkan bahwa ketidak hadiran bisa dibuktikan dengan surat keterangan dari lembaga yang berwenang. Untuk kaitan umroh, lembaga yang berwenang bagi kami cukup dilakukan oleh Kantor Kemenag. Karena untuk umroh, imigrasi biasanya berkoordinasi dengan Kemenag,” kata Nasruf.
Meski dalam pendaftaran pasangan Adjib telah dianulir KPU terhadap dukungan Partai Hanura, namun dipastikan Pilkada Kabupaten Pasuruan hanya diikuti calon tunggal yang menguasai 49 kursi dari 50 kursi di DPRD. [hil]

Tags: