Menteri PUPR Berangkatkan Festival Jalan Tol di Madiun

Ribuah peserta Festival Jalan Tol (FJT) di jalan tol Mantingan Kab Ngawi-Kertosono (manker) di Gerbang Tol Madiun, sebelum diberangkatkan Menteri PUPR, M. Basuki Hadimuljono, Sabu sore (6/1). [sudarno/bhirawa]

(Pembangunan Jalan Tol Manker Tidak Merugikan Justru Menguntungkan Rakyat)
Madiun, Bhirawa
Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), M. Basuki Hadimuljono menegaskan pembangunan jalan tol Mantingan Ngawi-Kertosono (Manker) nantinya tidak akan membuat kendaraan sepi masuk ke Kab/Kota Madiun . Basuki menjamin Tol Manker tak akan mematikan perekonomian daerah sekitar. Bahkan diharapkan pemilik warung dapat jatah di Rest Area.
“Karena itu jalan tol manker tidak merugikan rakyat, tetapi justru diuntungkan dengan adanya jalan tol manker tersebut,”.terang Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, M. Basuki Hadimuljono kepada wartawan di Madiun, usai membuka event Festival Jalan Tol Jasa Marga Ruas Ngawi-Kertosono, di Gerbang Tol Madiun di Desa Bagi Kecamatan Madiun Kab Madiun, Sabtu sore (6/1).
Diakui oleh Menteri PUPR M. Basuki Hadimuljono, pembanguna jalan tol manker bbebas hambatan itu, memang terdapat hambatan soal pembebasan tanah, namun semuanya dapat teratasi hingga sekarang ini pengerjaan jalan tol manker sepanjang 49 Km itu, sekarang sudah mencapai 99 persen pengerjaannya dan pada akhir Januari 2018 ini sudah akan dioperasionalkan.
Menurut Menteri PUPR, tanah yang dibebaskan untuk jalan tol manker itu, bukan hanya untuk pembangunan main road. Tetapi untuk kebutuhan overpass sebagai pengganti perlintasan jalan umum yang terdampak tol, jumlahnya ada 61 overpass yang dibangun. Sedang sekarang ini terdapat 23 overpass di sepanjang jalan tol manker belum dikerjakan.
Jika jalan tol manker segera dioperasionalkan, pembangunan overpass yang menjadi penghubung antar kampung harus diprioritaskan dibandingkan overpass mennuju persawahan.
“Untuk itu overpass cepat dilaksanakan,”kata Menteri PUPR menegaskan.
Yang jelas lanjut Menteri PUPR, M. Basuki Hadimuljono, dengan pembangunan jalan tol Manker itu, produksis usaha kecil dan menengah (UKM), bakal diakomodasi di rest area.
Sehingga penegasan menteri PUPR itu, setidaknya memberikan jawaban, kalau selama dua tahun terakhir ini, kantor pusat Kabupaten Madiun setelah boyongan atau pindah ke Caruban atau di Mejayan berkembang akan menjadi sepi akibat pembangunan jalan tol manker tersebut. Tetapi berkat jalan tol manker itu, Mejayan Kab Madiun akan berubah perkembangannya.
Lebih lanjut Menteri PUPR mencontohkan, dengan adang pembanguna jalan tol, misalnya industri batu marmer di Tulungagung, juga diuntungkan adanya jalan tol Surabaya-Mpjokerto (Sumo).
“Sekarang paengusaha industri batu marmer di Tulungagung yang sebelum ada jalan tol Sumo, hanya sekali kirim seharinya melalui pelabuhan Tanjung Perak. Tetapi setelah ada jalan tol Sumo, mereka bisa kirim lebih dari satu kali. Ini hasil testimoni dari npengusahanya,”pungkas Menteri PUPR memberikan contoh setelah ada pembangunan jalan tol.
Ketika ditanya kapan diresmikan dan berapa tarif jalan tol manker nantinya. Spontan Menteri PUPR, Basuki Hadilmuljono, dalam hal ini, masih menunggu instruksi lebih lanjut dari Presiden RI, Joko Widodo . Soal berapa tarif jalan tol manker, pihaknya juga masih menggodok perkiraan tarif jalan tol tersebut. Perkiraan perkilometer sekitar Rp1.200 hingga Rp1.300. “Itu masih dalam perkiraan lho. Sekarang kan masih digodok perihal besar kecilnya tarif tol manker,”tutur Menteri PUPR memberikan alasan.
“Tetapi yang lebih membanggakan adalah, jalan tol manker ini meski pengerjaannya 99 prosen belum diremikan tetapi sudah bisa dimanfaatkan untuk kegiatan festifal jalan tol yang melibatkan ribuan peserta sekaligus memberikan hiburan kepada masyarakat. Yang jelas dan diharapkan akhir Januari jalan tol manker inya’ Allah sudah diresmikan sekaligus dioperasionalkan,”pungkas Menteri PUPR.
Sementara itu, menurut Dirut PT Ngawi Kertosono Jaya, Iwan Moedyarno, Festival Jalan Tol (FJT) ruas Ngawi-Kertosono merupakan event terbesar karena diikuti 3.000 peserta. Ini berarti lebih besar dibandingkan dengan acara di FJT Jasa Marga ruas Kualamanu -Sei Rempah yang hanya diikuti 2.000 peserta.
“Kegiatan FJT di ruas Jalan Tol Mantingan Kab Ngawi-Kertosono (manker) ini semuanya diikuti 4.200 peserta. Jumlah itu 3.000 untuk bersepeda dan sisanya peserta lari 10 Km. Yang jelas, FJT di Gerbang Tol Madiun, luar biasa dan menghibur masyarakat,”ungkap Iwan menjelaskan.
Secara terpisah, Ketua DPRD Kabupaten Madiun, Drs. Djoko Setijono yang hadir di acara festival jalan tol di Gerbang Tol Madiun, Sabtu sore (6/1) kepada wartawan juga menyambut baik atas pembangunan jalan tol manker belum diresmikan sudah bisa dimanfaat suatu kegiatan yang melibatkan ribuan peserta yang juga melibatkan para warga sekitar dan para usaha kaecil dan menengah (UKM) di sekitar pembangunan jalan tol manker tersebut.
Dalam hal ini kata Djoko Setijono, pihaknya akan berkalaborasi dengan Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disparpora) Kab Madiun, agar pembanguna jalan tol manker yang melintasi wilayah Kabupaten Madiun bagian utara ini, juga lebih bermafaaat bagi masyarakat sekitar jalan tol manker juga bermanfaat bagi pengguna jalan melintasi wilayah jalan Kab Madiun setelah jalan tol manker dioperasional nantinya.
“Terus terang dalam hal ini, kami berharap agar para pemilik warung-warung yang biasa jualan setiap harinya bisa mendapatkan tempat di reast area pembanguna jalan tol manker tersebut,”kata Djoko Setijono berharap. [dar]

Tags: