Menaker Pimpin Upacara Bulan K3 Nasional di Grahadi

Kadisnakertrans Jatim, Setiajit SH MM menyampaikan rilis bersama Sekretaris Direktur Jenderal Pembinaan Pengawas Ketenagakerjaan dan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (Binwasnaker dan K3) Kemenaker, Budi Hartawan, didampingi Direktur Bina Penegakan Hukum Ketenagakerjaan Kemenaker, Iswandi Hari, di kantor Disnakertrans Jatim, Kamis (11/1).

Pemprov Jatim, Bhirawa
Untuk kali pertama Provinsi Jatim ditunjuk menjadi tuan rumah pelaksanaan Bulan Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) Tingkat Nasional. Kegiatan peringatan bulan K3 ini dipusatkan di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Jumat (12/1).
Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) memilih Jatim sebagai tuan rumah dengan berbagai pertimbangan. Salah satu pertimbangannya, kalau provinsi yang dipimpin Gubernur Jatim, Dr H Soekarwo ini sukses dalam pembinaan ke perusahaan dalam upaya menekan angka kecelakaan kerja.
Hal itu diungkapkan Sekretaris Direktur Jenderal Pembinaan Pengawas Ketenagakerjaan dan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (Binwasnaker dan K3) Kemenaker, Budi Hartawan, didampingi Direktur Bina Penegakan Hukum Ketenagakerjaan Kemenaker, Iswandi Hari dan Kadisnakertrans Jatim, Setiajit SH MM.
“Jatim juga dianggap sebagai provinsi yang cukup kompleks masalahnya, khususnya dibidang ketenagakerjaan, namun selalu sukses ditangani tanpa ada gejolak. Itulah kenapa Kemenaker memberi kepercayaan Jatim sebagai tuan rumah pelaksanaan Bulan K3 Nasional,” kata Budi Hartawan.
Selanjutnya, Kepala Disnakertrans Jatim, Setiajit SH MM, mengatakan sebagai Inspektur Upacara (Irup) dalam upacara adalah Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Hanif Dhakiri. Selain dihadiri Menaker, kegiatan tahunan ini juga akan dihadiri sejumlah menteri kabinet gotong royong.
Upacara tersebut, juga dihadiri sekitar 3.500 buruh dan pengusaha juga turut hadir dalam acara tersebut. “Pelaksanaan Bulan K 3 Tingkat Nasional ini pertama diadakan di luar Jakarta. Selama ini, pelaksanaan selalu di Jakarta,” kata Setiajit di Kantor Disnakertrans Jatim, Kamis (11/1).
Pada Bulan K3 Nasional tahun ini, ada sekitar 387 perusahaan yang mendapat penghargaan dari pemerintah pusat karena dianggap sukses dalam menekan angka kecelakaan kerja. Penghargaan ini sebagai bentuk apresiasi pemerintah terhadap perusahaan tersebut karea ikut dalam menurunkan angka kecelakaan kerja.
“Seluruh pengawas di lingkungan Disnakertrans Jatim kami terjunkan ke seluruh perusahaan agar melakukan pembinaan ke perusahaan bagaimana seharusnya bisa menekan angka kecelakaan kerja,” tandasnya.
Kembali, Budi Hartawan juga menambahkan, K3 mengatur secara rinci dalam rangka membuat pekerja aman dan nyaman dalam menjalankan pekerjaannya. Misalnya, ketika ada pekerja yang bekerja di dalam ruangan, maka ruangan tersebut harus mampu memenuhi syarat-syarat kesehatan.
Bahkan, dikatakannya, kalau di masing-masing perusahaan/industri yang sudah mengikuti pembinaan K3, mereka juga menempatkan kader norma K3 dan ahli K3. “Hal ini dikarenakan jumlah pengawas dengan jumlah perusahaan masih belum sebanding,” ujarnya.
Sedangkan Iswandi Hari mengatakan, pihaknya tidak akan langsung memberikan sanksi pada perusahaan yang tidak menerapkan K3. “Semuanya harus melalui prosedur yang jelas. Yang pasti kami akan lakukan pembinaan terlebih dahulu,” tandasnya.
Dikatakannya, jika perusahaan itu sudah diberikan pembinaan K3 lalu tidak menjalankannya, maka akan diberikan nota peringatan 1, selanjutnya jika tidak dihiraukan akan diberikan nota ke dua, hingga pada proses penyidikan. “Pada proses penyidikan inilah, rata-rata perusahaan akhirnya mau menerapkan K3,” katanya.
Ia juga mengatakan, jika perusahaan tidak menerapkan K3 maka korelasinya pada kemiskinan. “Jika pekerja mengalami kecelakaan kerja, maka yang terdampak keluarga dari pekerja bersangkutan. Jika pekerja itu tidak lagi bisa bekerja akibat kecelakaan, maka berdampak pada perekonomian keluarganya,” katanya.
Untuk itulah, ia menekankan agar seluruh perusahaan/industri segera menerapkan K3, dikarenakan akan berdampak pada peningkatan produktivitas. “Jika manajemennya sesuai dengan SOP K3, maka produktivitas juga bisa tinggi, sehingga kembali lagi yang mendapatkan keuntungan juga perusahaan/industri tersebut,” katanya. [rac]

Tags: