Jembatas Putus, Aktifitas Perekonomian Masyarakat Terganggu

Sejumlah personil Polisi/TNI dan tim gabungan bahu membahu mengatasi rusaknya sarana pertanian paska banjir bandang kemarin lusa. [sawawi]

Paska Banjir Bandang di Situbondo

Situbondo, Bhirawa
Hantaman banjir bandang yang melanda sejumlah Kecamatan di Kabupaten Situbondo menyisakan masalah pelik sejak Selasa (9/1), seperti terganggunya perekonomian masyarakat di beberapa desa yang mengalami kerusakan fasilitas pertanian dan tempat tinggal.
Misalnya saja kejadian terputusnya jembatan di Desa Kalirejo, Kecamatan Sumbermalang, hingga kini menyebabkan aktifitas perekomian ribuan warga mengalami gangguan parah.
Bahkan, bagi warga yang terisolir karena jembatan Gelindung yang merupakan satu satunya akses yang menghubungkan Desa Kalirejo ke Desa Sumber Argo dan Desa Taman Kursi putus total mengakibatkan kondisi ekonomi masyarakat nyaris lumpuh.
Pemicunya adalah putusnya jembatan Gelindung sepanjang 30 meter yang merupakan satu satunya akses vital perekonomian bagi ribuan masyarakat di Kecamatan Sumbermalang.
Akibatnya warga yang ingin beraktifitas harus memutar sekitar enam km yang melewati Desa Taman Kursi. “Jalan alternatif tersebut memang agak sulit dilalui di musim penghujan. Oleh karena itu, warga disini meminta untuk dibangun jembatan darurat agar bisa dilalui kendaraan,” pinta Suyamin warga setempat.
Sementara itu Muhammad Fadhal, salah seorang perangkat Desa Kalirejo, mengatakan putusnya jembatan penghubung Desa Kalirejo dan Desa Sumber Argo dibangun pada tahun 2008 silam dengan menggunakan bantuan dana PNPM. Kata Fadhal, terputusnya jembatan penghubung tersebut, tak hanya mengganggu aktifitas warga, melainkan juga mengganggu aktifitas anak yang akan bepergian ke sekolah. “Dengan kondisi banjir ini mengakibatkan putusnya jembatan, akibatnya para pelajar terpaksa harus melewati sungai,” papar Fadhal.
Bencana banjir bandang yang terjadi di Kecamatan Sumbermalang mengakibatkan empat rumah ikut tertimpa tanah longsor seperti yang dialami warga di Desa Alas Tengah. Selain itu sejumlah rumah warga di bantaran sungai Gelindung, ungkap Fadhal, juga terancam lonsor, karena tanahnya mulai tergerus arus air sungai. “Jika tidak segera diatasi bukan tidak mungkin kejadian tanah longsor akan meluas ketempat lain,” ujar Fadahl.
Disisi lain, Camat Sumbermalang Sopan Efendi, menuturkan pihaknya terus memantau perkembangan cuaca di lapangan. Jika hujan kembali lebat dan air sungai deras, Sopan mengaku sudah menghimbau warga untuk segera mengungsi ke rumah keluarga yang lokasinya lebih aman.
Ia menambahkan, sejumlah daerah di Kecamatan Sumbermalang tergolong rawan bencana longsor, mengingat banyak perumahan warga berada di bawah tebing. “Kami sudah berkoordinasi dengan Pemkab Situbondo, untuk memasang bronjong di sejumlah titik rawan bencana longsor,” papar Sopan.
Pihaknya juga sudah mengerahkan seluruh perangkat desa, agar mendata seluruh lokasi yang berpotensi terjadi bencana. Sedangkan untuk jembatan yang putus, Sopan mengaku menunggu langkah penanganan darurat dari Pemkab Situbondo. “Koordinasi dengan dinas terkait juga sudah kami lakukan. Termasuk diantaranya melakukan survey dilapangan, paska banjir bandang,” pungkas Sopan.
Terpisah, bencana banjir bandang yang menimpa warga Dusun Samir dan Dusun Liwung, Desa Bantal, Kecamatan Asembagus menyisakan tumpukan material kayu dan batu di sepanjang jalan. Untuk mengatasi gangguan tersebut, Muspika setempat beserta aparat desa dan tim gabungan TNI Polri membersihkan tumpukan material banjir.
Khusus banjir bandang di Desa Bantal telah merusakkan sedikitnya 10 jembatan, yang terdiri dari lima jembatan permanen serta lima jembatan semi permanen. “Banjir bandang telah merusak sejumlah tanaman pertanian milik warga Desa Bantal,” aku Kepala Desa Bantal, Sahijo.
Sahijo membeberkan banjir bandang tak hanya merusak sejumlah infrastruktur desa, melainkan merusak 5 hektar tanaman sawah dan tanaman tebu serta cabe. Lahan pertanian tersebut terancam gagal panen, karena tertimbun tanah sekitar 15 cm saat banjir bandang kemarin.
Meski demikian, Sahijo bersyukur karena banjir bandang di Desanya tak sampai memakan korban jiwa. “Kami memperkirakan kerugian materi akibat bencana banjir bandang mencapai sekitar 1 miliar rupiah,” aku Sahijo.
Masih kata Sahijo, banjir bandang kemarin lusa berlangsung sangat cepat. Itu terungkap hanya dalam kurun waktu cepat, banjir bandang kiriman dari gunung ijen Bondowoso, telah memporak-porandakan infrastruktur yang ada di Desa Bantal Kecamatan Asembagus.
Ia berharap Pemkab Situbondo segera membangun sejumlah fasilitas umum yang rusak akibat bencana banjir bandang tersebut. “Kami berharap ada fasilitas jembatan di Dusun Samir dan Dusun Liwung,” pungkas Sahijo. [awi]

Tags: