Diguyur Hujan, Sampang Direndam Banjir dan Malang Longsor

Meluapnya Sungai Kali Kemuning membuat beberapa wilayah Sampang terendam banjir. Tampak air menggenan di Jl. Imam Bonjol Sampang Kota. [nur kholis]

Sampang, Bhirawa
Hujan dua hari dengan intensitas sedang yang melanda daerah Kecamatan Kedungdung, Omben dan Karang Penang, menyebabkan sejumlah titik di perkotaan Sampang tergenang karena luapan air dari Sungai Kali Kemuning Sampang. Sedangkan di Kabupaten Malang longsor membuat jembatan putus dan merusak delapan rumah warga.
Kepala Badan penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sampang, Anang Djoenaidi mengatakan, sebenarnya genangan air saat ini tidak masuk kategori banjir, melainkan hanya luapan dari sungai Kali Kamoning akibat tiga kecamatan diguyur hujan dengan intensitas sedang. “Kemarin hujan dengan intensitas sedang, jadi sungai kali Kamoning meluap dan terjadi genangan air di sejumlah titik,” ucapnya, Minggu (7/1).
Anang mengatakan, sejumlah ruas jalan yang terjadi genangan air di antaranya, di Kelurahan Dalpenang yang terjadi di Jalan Imam Bonjol, Melati, dan Mawar. Dan tiga desa yaitu Panggung, Pasean dan Gunung Maddah.
“Perkiraan surut paling nanti siang sudah surut. Untuk ketinggian genangan air di Imam Bonjol yaitu mencapai 30 sentimeter. Karena air sudah mengalir seperti pulang ke hilir. Kalau di Jalan Melati airnya tampak seperti dilewati saja,” tandasnya.
Sementara itu curah hujan yang cukup tinggi disertai angin kencang di wilayah Kabupaten Malang dalam sebulan terakhir ini, telah menyebabkan bencana alam, baik itu banjir, tanah longsor, dan pohon tumbang.
Sebanyak rumah warga akibat tertimpa longsoran tanah. Bahkan, ada seorang warga Desa Mendalan Kulon, Kecamatan Wagir, Kabupaten Malang tewas akibat tertimpa pohon saat mengendarai sepeda motor, saat melintas di wilayah Desa Lemah Duwur, Kecamatan Wagir, kabupaten setempat.
Hal ini dibenarkan, Kepala Bidang (Kabid) Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Malang Bagyo Setyono, Minggu (7/1), kepada Bhirawa, bahwa hujan deras yang disertai angin kencang pada se-Minggu terakhir ini, di wilayah Kabupaten Malang terdapat beberapa kasus terjadinya bencana alam. Sehingga dalam peristiwa tersebut, ada beberapa rumah warga rusak akibat tertimpa longsoran tanah, jembatan antar desa putus, dan pohon tumbang telah menewaskan seorang pengedara sepeda motor.
Dijelaskan, hujan deras yang disertai angin kencang, pada Sabtu (6/1) kemarin, telah merusakan delapan rumah warga di Desa Ngadireso, Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang. Sedangkan kerusakan rumah warga tersebut akibat terkena longsoran tanah tebing setinggi delapan meter. “Namun dalam kejadian tanah longsor tersebut, tidak membawa korban jiwa, hanya saja delapan rumah warga melangalami kerusakan, baik itu sedang maupun berat,” ungkapnya.
Dikatakan Bagyo, kerusakan rumah warga akibat longsoran tanah tebing itu, rata-rata kerusakan pada bagian dapur dan kandang hewan sapi dan kambing. Sehingga dengan kerusakan itu, maka warga yang rumahnya menjadi korban longsoran tanah telah mengalami kerugian material mencapai puluhan juta rupiah. Dan bencana selain di wilayah Kecamatan Poncokusumo, bencana juga menerjang wilayah Desa Pagersari, Kecamatan Ngantang, Kabupaten Malang, pada Kamis (4/1), yang menyebabkan putusnya jembatann di wilayah desa setempat.
“Putusnya jembatan di Desa Pagersari tersebut, disebabkan diterjang banjir, yang sebelumnya di wilayah desa setempat diguyur hujan deras. Karena jembatan yang berada di desa itu airnya meluap, sehingga bangunan jembatan tidak kuat menahan derasnya air sungai yang sangat deras,” terangnya.
Namun, lanjut Bagyo, jembatan yang putus di Desa Pagersari, kini sudah bisa dilewati kendaraan bermotor, tapi untuk sementara hanya bisa dilalui kendaraan roda dua. Sebab, jembatan itu dibuat dengan kontruksi bambu, sehingga jika dilewati kendaraan roda empat tidak kuat menahan beban. Meski untuk sementara jemabatan itu dibuat dari mambu, tapi hal itu telah mempermudah akses jalan untuk aktifitas warga setempat.
Sedangkan korban tewas tertimpa pohon, kata dia, pada Jumat (5/1) siang, atas nama Muhammad Anshori, warga Desa Mendalan Kulon, Kecamatan Wagir, Kabupaten Malang, tewas tertimpa pohon saat mengendarai sepeda motor. Dan saat itu memang di wilayah Kecamatan Wagir terjadi hujan yang cukup deras, juga disertai angin kencang. Sehingga menyebabkan beberapa pohon tumbang dibeberapa wilayah, termasuk pohon yang menimpa korban.
“Untuk itu, dirinya menghimbau kepada warga Kabupaten Malang selalu meningkatkan kewasdaan, terutama warga yang bertempat tinggal di sekitar sungai dan bukit. Karena dengan adanya itensitas hujan yang tinggi seperti sekarang ini, telah berpotensi terjadinya bencana banjir dan tanah longsor,” tandas Bagyo. [lis,cyn]

Tags: