Dewanti Dorong Pelajar Kota Batu Jadi Petani Berdasi

Para Pelajar SMA/MA Kota Batu antusias mengumpulkan informasi dalam Edufair 2018 di Balaikota Batu.

Batu, Bhirawa
Pemerintah Kota Batu terus mendorong agar warganya tak hanya puas dengan jenjang pendidikan SMU. Karena itu mereka mendekatkan para pelajar SMU Kota Batu dengan dunia Pendidikan Tinggi dengan menggelar Pameran Pendidikan bertajuk Edufair 2018 di Balaikota Among Tani Kota Batu, Kamis (11/1). Tak hanya Perguruan Tinggi ternama di Jawa dan Bali yang ikut pameran ini. Perguruan Tinggi dari luar negeri juga hadir dan siap memberikan informasi yang dibutuhkan, termasuk cara untuk mendapatkan beasiswa.
Tak kurang dari 30 Perguruan Tinggi ternama di Jawa dan Bali membuka stand di area pameran yang disediakan di Graha Pancasila, gedung Balaikota Batu. Informasi tentang Universitas Brawijaya, Universitas Negeri Malang, Universitas Gajah Mada, hingga Universitas Indonesia bisa didapatkan di sini.
“Jangan sampai anak-anak kita salah dalam memilih Perguruan Tinggi akibat kurang informasi ataupun salah informasi,” ujar Ketua Musyawarah Guru Bimbingan Konseling (MGBK) SMA/MA Kota Batu, Ririn Andriana, Kamis (11/1).
Walikota Batu, Dewanti Rumpoko memberikan apresiasi atas upaya yang dilakukan MGBK Kota Batu. Ia berharap edufair ini bisa dimanfaatkan anak-anak Kota Batu. Untuk itu Dewanti memberikan pesan khusus agar Pelajar Kota Batu tidak malu jadi anak petani, juga jangan malu menjadi petani, dan jadilah petani berdasi.
Dan mendorong itu, Pemkot Batu akan memberikan bantuan dalam bentuk program kepada para siswa yang berkeinginan untuk menjadi petani. Salah satunya dengan memberikan beasiswa penuh untuk Siswa Batu yang di terima di Perguruan Tinggi Negeri.
“Mohon maaf untuk Bapak-Bapak yang dari Perguruan Tinggi Swasta, sementara waktu kita berikan beasiswa untuk siswa dari Batu yang lulus di Perguruan Tinggi Negeri,” ujar Dewanti di hadapan sejumlah rektor Perguruan Tinggi yang hadir dalam pembukaan pameran kemarin.
Walikota menjelaskan bahwa siswa asal Kota Batu yang memilih belajar di jurusan pariwisata dan pertanian akan mendapatkan beasiswa penuh. Syaratnya, ketika selesai pendidikan anak-anak ini kembali ke Kota Batu untuk mengabdikan diri pada Kota Wisata ini.
“Saya berharap, kelak yang mengisi Balai Kota Among Tani yang bangunannya bagus dan megah ini adalah kalian semua. Penghuni bangunan ini haruslah orang yang punya ilmu dan akhlak yang baik, mari berlomba-lomba menjadi anak yang soleh dan solikhah,” dorong Dewanti. Selain memberikan beasiswa, Pemkot Batu juga sudah menyiapka guest house untuk para siswa yang kurang mampu di Ijen Suite, sebuah kawasan perumahan elite di Kota Malang.Guest house yang akan mulai dipergunakan tahun ajaran baru 2018 nanti, sudah ditata sedemikian rupa. Termasuk di dalamnya bapak dan ibu kost yang akan mengelola guest house ini.
Selama pameran berlangsung, para siswa bisa melihat berbagai stand perguruan tinggi. Termasuk di dalamnya stand beberapa Universitas dari luar Negeri. Satu di antaranya adalah Saxion University of Applied Scineces. Universitas ini merupakan lembaga pendidikan tinggi terbesar yang ada di Negara Belanda. Saat ini tercatat sudah ada 24.000 siswa yang sedang belajar di Universitas ini.
Salah satu pelajar dari SMAN 1 Kota Batu, Anggun Izzatul Chofifah menyatakan minatnya untuk belajar di universitas ini. Semua informasi yang dibutuhkan terus dikumpulkan Anggun untuk melancarkan cita-citanya.
“Saya ingin belajar tentang Manajemen SDM di Belanda. Saya tertarik karena pendidikan di Eropa ini memiliki kualitas yang baik,”ujar Anggun.
Ia pun terus mempersiapkan diri untuk bisa belajar di Luar Negeri. Di antaranya, dengan meningkatkan kemampuan berbahasa Inggris sebagai syarat utama. Iapun juga mempersiapkan diri untuk mengikuti interview atau test wawancara yang digelar pihak Universitas.
“Karena jika bisa memperoleh hasil yang baik dalam interview, maka saya akan berkesempatan untuk mendapatkan beasiswa atau potongan sebanyak 75 persen dari biaya pendidikan yang ada,”tutup Anggun. [nas]

Tags: