Minimalisir Dampak Bencana, Bupati Bondowoso Pimpin Apel Siaga

Bupati Bondowoso Drs H Amin Said Husni, saat melakukan pemantauan pada logistik BPBD. (Samsul Tahar/Bhirawa)

Bondowoso, Bhirawa
Meminimalisir dampak bencana yang mungkin terjadi, Pemkab Bondowoso menyiagakan setidaknya 600 personel tanggap bencana terdiri dari Polri, TNI, PNS, Ormas, dan Pelaku Usaha termasuk kesiapan logistik. Kesiapan ini dibuktikan dalam Apel Siaga Bencana Bondowoso yang dipimpin langsung Bupati Bondowoso Drs H Amin Said Husni .
Dalam sambutannya, Kepala BPBD Kabupaten Bondowoso, Kukuh Triyatmoko, menyampaikan bahwa BMKG telah memprakirakan musim hujan mulai jatuh pada bulan Oktober dan sering menyebabkan beberapa bencana seperti bencana banjir dan tanah longsor.
“Beberapa masyarakat berpendapat bahwa bencana ini merupakan takdir sehingga diterima apa adanya. Dengan karakteristik Bondowoso yang wilayahnya berbukit dan rawan sekali terjadi longsor, maka diperlukan edukasi pada masyarakat untuk mengurangi dampak bencana yang kemungkinan terjadi,” tutur Kukuh kemarin.
Ia menambahkan agar kerugian bisa diminimalisir, maka diperlukan kesiapsiagaan dengan melibatkan beberapa pihak termasuk Pemerintah, Polri, TNI, masyarakat dan Pelaku Usaha.
“Agar kesiapsiagaan dan pengurangan resiko bencana ini terkoordinir, maka diperlukan Apel Siaga Bencana yang melibatkan seluruh stakeholder kebencanaan,” katanya.
Sementara itu, Bupati Bondowoso Drs H Amin Said Husni berharap Apel Siaga Bencana bukan sebatas acara seremonial melainkan benar-benar menyiapkan seluruh elemen masyarakat Bondowoso agar senantiasa siap menghadapi bencana yang mungkin akan terjadi.
Amin mengatakan bahwa pada minggu belakangan ini, beberapa daerah di Indonesia sempat terdampak siklon tropis Dahlia dan Cempaka yang mengakibatkan banjir dan tanah longsor di Pacitan.
“Kendati menurut BMKG siklon tropis Dahlia dan Cempaka ini akan segera berakhir, namun kita tetap harus waspada mengingat potensi hujan lebat dan angin kencang masih akan terus terjadi,” kata Amin.
Apel Siaga Bencana kata Amin, juga momentum tepat bagi satuan pelaksana penanggulangan bencana untuk melakukan sinergi dan konsolidasi.
“Kita tau bahwa bencana alam merupakan sesuatu yang sulit diprediksi. Namun kita bisa melakukan antisipasi untuk meminimalisir dampak-dampak yang akan timbul dari bencana,” ucapnya.
BPBD Kabupaten Bondowoso sendiri telah menetapkan beberapa daerah sangat rawan terjadi longsor, diantaranya Kecamatan Curahdami, Prajekan, Grujugan, Tegalampel, Wringin dan Kecamatan Ijen. [har]

Tags: