Hampir Setahun, Terjadi 65 Bencana Alam di Probolinggo

Dandim 0820 Probolinggo, Letkol Kav Depri Rio Saransi saat menjajal peralatan untuk antisipasi bencana.

(Apel Siaga Bencana)
Kab Probolinggo, Bhirawa
Sampai jelang akhir tahun ini, terjadi 65 bencan di wilayah kabupaten Probolinggo. BPBD kabupaten probolinggo kembali meningkatkan kesiagaan personil dan logistik penanggulangan bencana secara sigap, tanggap dan cepat.
Untuk mengetahui tentang kesiapan tanggap bencananya, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Probolinggo bekerja sama dengan OPD dan instansi terkait melakukan Apel Siaga Bencana Kabupaten Probolinggo, di halaman Eks Kantor Bupati Probolinggo di Kecamatan Dringu.
Apel Pasukan Siaga Bencana ini dipimpin langsung oleh Komandan Kodim 0820 Probolinggo Letkol Kav. Depri Rio Saransi dan diikuti oleh personel Kodim 0820 Probolinggo, Polres Probolinggo, Dinas Perhubungan, Satpol PP, BPBD Kabupaten Probolinggo (Pusdalops, TRC dan Relawan), Tagana, Pramuka, PMI, Orari dan Banser.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Probolinggo Anung Widiarto, Kamis (7/12) menyampaikan, tujuan diselenggarakannya kegiatan Apel Siaga Bencana ini untuk mengetahui kesiapsiagaan personil/pasukan dan sarana prasarana dalam penanganan bencana di Kabupaten Probolinggo serta kelemahan maupun kekurangan guna perbaikan lebih lanjut.
Kabupaten Probolinggo termasuk daerah dengan intensitas bencana yang lumayan tinggi. Dalam kurun waktu hampir setahun, sudah terjadi 65 bencana alam.
Mulai bencana longsor, angin kencang, banjir, sampai kebakaran. Memasuki penghujan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat pun menggelar apel siaga bencana waspada bencana banjir.
BPBD mengimbau warganya untuk tetap waspada. Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Probolinggo Anung Widiarto mengatakan, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Jatim, memperkirakan kedepan masih akan terjadi cuaca ekstrem.
“Musim hujan ini belum dapat diperkirakan kapan berhentinya. Diperkirakan awal tahun depan masih dalam kondisi cuaca ekstrem. Jadi, masyarakat diharapkan untuk terus waspada,” ujarnya.
Berikut Bencana rincian yang melanda Kabupaten Probolinggo sepanjang 2017 yang tercatat di BPBD yakni Angin Kencang: 26 kejadian. Terakhir di Dusun Parsean, Desa Blimbing, Kecamatan Pakuniran, pada Sabtu 2 Desember 2017.
Longsor: 25 kejadian. Terakhir di Jalan Raya Beton Dusun Dungkoka, Desa Segaran, Kecamatan Tiris, pada Jumat, 1 Desember 2017. Banjir: 7 kejadian. Terakhir di Desa Kedungcaluk, Kecamatan Krejengan, pada Sabtu, 1 April 2017. Kebakaran: 7 kejadian. Terakhir di Dusun Krajan, Desa Jorongan, Kecamatan Leces, pada Jumat, 27 Oktober 2017.
Sementara Dandim 0820 Probolinggo Letkol Kav. Depri Rio Saransi menegaskan bahwa strategis dalam mengatasi dan menanggulangi bencana sangat penting. “Tanggap bencana bukan hanya dilakukan setelah bencana, akan tetapi harus dilakukan sebelum terjadi bencana dengan berbagai macam kesiapan penanganan bencana,” katanya.
Menurut Dandim, pasukan TRC tanggap bencana berpedoman dengan 3 (tiga) kata kunci yang dikembangkan di lapangan. Yakni, Siaga yang artinya siap sedia bergerak cepat di lapangan. Kedua Tanggap yang artinya merespon cepat dan melaksanakan dengan cepat. “Serta ketiga, Galang yang artinya siap untuk menggalang mengatasi setiap mungkin menghadapi permasalahan yang dihadapinya,” tambahnya.(Wap)

Tags: