Banjir Rob Pengaruhi Berat Bandeng Kawak di Sidoarjo

Wakil Bupati Nur Ahmad Syaifuddin ikut menimbang bandeng kawak yang akan dilelang. [achmad suprayogi/bhirawa]

Sidoarjo, Bhirawa
Kondisi banjir yang telah melanda sebagian pesisir Sidoarjo ternyata sedikit mempengaruhi acara lelang bandeng yang diadakan oleh Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten Sidoarjo. Peserta lelang Bandeng Kawak yang sedianya diikuti oleh 5 ekor bandeng, tinggal 4 ekor bandeng, salah satunya tidak bisa diambil karena kondisinya banjir.
Sedangkan bobot bandeng yang tahun lalu mencapai 9,29 kg, kemarin(6/12) setelah dilakukan penimbangan untuk juara pertama milik Sutriman warga Dusun Tegalsari, Desa Kupang Kec Jabon ini hanya mempunya bobot seberat 7,70 kg. Juara kedua milik H Mustofah warga Dusun Tanjungsari Desa Kupang Kec Jabon dengan berat 5,55 kg, untuk yang juara ketiga milik Kanifan warga Desa Sawohan Kec Buduran mempunyai berat 5,34 kg dan yang terakhir milik Hj Emi Piasrurotillah warda Dusun Candi Jaya, Desa Candi Kec Candi dengan berat 5,25 kg sebagai juara keempat.
Ikan bandeng kawak sebelum dilelalang, dilakukan penimbangan terlebih dahulu. Dalam proses penimbangan Bandeng Kawat yang dilakukan di halaman Dinas Perikanan dan Kelautan Sidoarjo, disaksikan langsung oleh Wakil Bupati Sidoarjo Nur Ahmad Syaifuddin, Asisten II Agoes Boedi Tjahjono, Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan M. Sholeh beserta jajarannya.
Wakil Bupati Nur Ahmad Syaifuddin sangat mengapresiasi kegiatan lelang bandeng yang dilakukan rutin tahunan ini. Karena bisa sebagai langkah untuk menggairahkan destinasi wisata baru di Sidoarjo. Selain itu juga mensuport pembudidaya, petani tambak sehingga dalam pembudidaya bandeng kawak bisa menjadi besar dan dilombakan setiap tahunnya. “Jadi, saya apresiasi, dan saya harap dinas perikanan bisa berusaha semaksimal mungkin, agar event lelang bandeng mengalami perbaikan hingga menjadi perhatian masyarakat tingkat nasional,” harap Wakil Bupati.
Sementara itu, Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Sidoarjo M. Sholeh mengatakan kalau peserta lelang bandeng yang kondisinya menurun bobotnya ini karena para petani tidak bisa mengambil secara maksimal. Karena kondisi tambaknya melangalami banjir rob, sehingga kesulitan waktu penangpakan. “Kondisinya sekarang ini, tingginya air tambak sejajar dengan tanggul, sementara airnya tidak bisa dibaung, karena kanan kiri tambak juga penuh dengan air,” katanya.
Hal tersebut dibenarkan oleh Sutriman sebagai pemenang pertama. Ia menjelaskan, sebenarnya masih ada beberapa ikan bandeng yang bobotnya sekitar 10 kg. Namun kami tidak bisa mengambilnya, memang kondisi tambak yang penuh dengan air akibat banjir rob tersebut. “Makanya hasil tangkapan yang saya ikutkan dalam lamba ini sebenarnya masih kalah dengan yang ada di tambak, beratnya lebih dari 10 kg,” jelas Sutriman. [ach]

Tags: