Transparansi e-BPKB

Foto Ilustrasi

Zona integritas semakin meluas, sampai menembus kemudahan pembuatan BPKB (Bukti Kepemilikan Kendaraan Bermotor). Melalui cara Integrated BPKB System (disebut e-BPKB), akan menjamin kenyamanan pemilik kendaraan. Secara online, penyelesaian BPKB hanya membutuhkan waktu kurang dari 5 menit. Pemerintah (dan daerah) diuntungkan dengan potensi perolehan pajak kendaraan bermotor (PKB) lebih besar.
E-BPKB akan terhubung dengan data NIK (Nomor Induk Kependudukan) dan KK (Kartu Keluarga). Sehingga kepastian jumlah wajib pajak (WP) maupun pajak progresif makin nampak. Antaralain, bisa dijejaki kepemilikan kendaraan bermotor yang berbeda nama tetapi satu alamat dalam KK. Aplikasi e-BPKB, telah dimulai di Polda Metro (Jakarta dan sekitarnya). Serta tak lama segera diberlakukan di seluruh Indonesia.
Sebelumnya, sistem online telah dilakukan untuk pembayaran pajak kendaraan bermotor (PKB). Hampir seluruh Samsat di pulau Jawa, Sulawesi Selatan, dan Lampung telah melaksanakan transparansi melalui e-Samsat. Inovasi layanan publik secara online, sejak lama telah diyakini akan meningkatkan pendapatan pemerintah dari sektor pajak dan retribusi. Terutama PKB, menjadi tulang punggung pemerintah daerah.
Di Jawa Timur, misalnya, nilai PKB yang diterima pemerintah propinsi mencapai Rp 12-an trilyun. Masuk kas daerah sebagai PAD (Pendapatan Asli Daerah). Nilai PAD yang bersumber dari PKB masih ditambah dengan “konsekuensi” logis lain. Yakni, PBBKB (Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor). Pendapatan dari PBBKB, juga di-share dengan pemerintah kabupaten dan kota.
Namun masih diperlukan inovasi seluruh stake holder (terutama PT Pertamina), turut dalam zona integritas. Boleh jadi, setiap SPBU (Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum), akan terpasang perangkat koneksitas pengeluaranBBM. Sehingga setiap tetes BBM yang mengucur terkoneksi dengan database Badan Pendapatan Daerah.Dus, nilai pajaknya dapat diketahui per-days (setiap hari). Serta jumlah tagihan pajaknya mudah dihitung, setiap saat.
E-BPKB (dan pembayaran pajak berdasar teknologi informasi), merupakan revolusi sektor layanan publik yang dijanjikan presiden Jokowi. Selain implikasi kecepatan dan ketepatan, akan lebih menjamin transparansi. Kinerja aparat sipil negara (ASN, dulu PNS), terasa lebih plong. Toh ASN telah memiliki tingkat penghasilan memadai, juga terdapat tambahan penghasilan remunerasi.
“Kalau bisa dipersulit, mengapa dipermudah?” Begitu sindiran untuk proses pelayanan masyarakat. Khususnya ke-administrasi-an publik, berbagai per-izinan, serta pengurusan identitas kependudukan. Tetapi itu dulu, ketika pegawai birokrasi digaji rendah. Masa kini, paradigma pegawai pemerintahan telah berubah secara bertahap. Pucuk pimpinan pemerintahan (presiden, gubernur, bupati dan walikota) menjadi “motor” reformasi birokrasi.
Saat ini kinerja beberapa OPD (Organisasi Perangkat Daerah) telah dilengkapi catatan indeks tingkat kepuasan publik. Namun polling (pengumpulan) tingkat kepuasan masyarakat belum sesuai standar baku. Bahkan tak jarang disusun secara sepihak (self supporting). Atau hanya diisi oleh masyarakat yang terlayani dengan baik. Maka biasanya, rata-rata tingkat kepuasan berkisar antara 70% sampai 85%. Namun sebenarnya masih banyak keluhan masyarakat yang tidak puas.
Urusan ke-administrasi-an publik hingga kini terasa masih belum efektif, belum efisien, dan belum mudah. Mengurus izin usaha (terutama usaha mikro dan kecil) lazimnyamudah dan murah. Begitu pula mengurus izin praktek ke-profesian, juga seharusnya mudah dan murah, tidak terbelenggu oleh asosiasi ke-profesian. Dan terutama, mengurus e-KTP, wajib mudah dan gratis.
Masih banyak masyarakat tidak memperoleh hak-hak ke-administrasi-an publik. Berbagai program jaminan sosial masih belum tepat sasaran. In-transparansi (ke-tidak jujur-an) masih kendala peredaran Kartu Indonesia sehat (KIS) Kartu Indonesia pintar (KIP), dan Kartu Tani (KT, subsidi tani).Gebrakan revoluasi transparansi (lebih masif) masih diperlukan untuk “merevolusi” layanan publik.

——— 000 ———

Rate this article!
Transparansi e-BPKB,5 / 5 ( 1votes )
Tags: