Sidang Banggar APBD Kota Kediri 2018 Memanas

Kota Kediri, Bhirawa
Sidang Badan Anggaran (Banggar) Rancangan Peraturan Daerah(Raperda) APBD 2018 Kota Kediri memanas, hingga Anggota Banggar dari Fraksi PKS wali out dari sidang karena menilai anggota Banggar lainya melampaui kewenangan dalam sidang tersebut.
Dalam keterangan nya anggota Banggar Fraksi PKS Ayub Wahyu Hidayatullah mengungkapkan jika aksinya meninggal kan ruang sidang Banggar tersebut karena pembahasan sudah tidak mengacu lagi pada amar putusan MK tentang tugas pokok dan fungsi Banggar.
“Bahasa nya bukan walk out, saya mengingatkan pembahasan RAPBD 2018 , harus mengacu pada amar putusan MK, UU nomor 17 2013 dan UU nomor 27 tahun 2009, jika pembahasan satuan ketiga itu bukan lagi kewenangan Banggar” kata Ayub Hidayatullah, Senin (13/11).
Menurut Politisi dari PKS ini , untuk satuan ketiga atau analisa standar harga dalam APBD sudah dibahas ditingkat komisi, dan jika dikembalikan dibahas di Banggar itu artinya sudah melanggar aturan itu sendiri, sedangkan tugas Banggar hanya merespon dan mengakomodir pembahasan di komisi. “Ini sudah melanggar aturan, saya keluar karena tidak ada gunanya diteruskan, saya intrupsi pada pimpinan untuk meluruskan ini, ini bukan main-main loh, ini yang dilanggar adalah UU” tandasnya.
Terpisah, Salah satu anggota Banggar dari Fraksi PKB Muzer Zaidip mengatakan, jika pembahasan satuan ketiga yang telah dibahas di Komisi tetap sah – sah saja kembali di bahas dibanggar, yang terpenting tidak melebihi waktu yang ditentukan. “Kalau tidak boleh membahas apa yang telah dibahas di komisi apa gunanya Banggar, karena Banggar beda dengan komisi, ” kata Muzer .
Lebih lanjut, dia memberikan contoh anggaran yang diajukan eksekutif untuk membangun pasar Sentono Betek senilai kurang lebih 30 miliar pada tahun 2018, meskipun sudah dibahas dalam komisi Banggar juga memiliki potensi untuk membahas anggaran tersebut. Sebab nilainya cukup tinggi. “Komisi kita hormati , namun Banggar juga membahas sendiri , nyenggol nyegol sedikit Ndak apa – apa, dan sangat sah, karena hasil akhirnya di Banggar.” tandasnya.
Beberapa anggota dewan juga menyayangkan sikap Politisi PKS yang walk-out dari pembahasan di Banggar, karena hal tersebut akan merugikan dirinya dan konstiennya, ” Disini haknya untuk memperjuangkan sesuatu yang benar menurut dia hilang Ketika walk out” ucapnya.
Diketahui sidang Banggar ini dilakukan selama 4 hari , sidang memanas ketika sidang ke 3, dan hasil sidang Banggar ini akan di aplikasikan dalam Pandangan Umum dalam sidang Paripurna RAPBD 2018. [Van]

Tags: