UKM Tari Ubaya Sentil Tersangka Korupsi Lewat Tarian Bakpao

Mahasiswa Universitas Surabaya (Ubaya) yang tergabung dalam UKM Tari mengkampanyekan kejujuran dan anti korupsi melalui tarian bakpao di Gazebo FIK Kampus Tenggilis Ubaya, Selasa (21/11) kemarin. [Gegeh Bagus Setiadi]

Surabaya, Bhirawa
Santernya pemberitaan tersangka kasus korupsi e-KTP (KTP elektronik) oleh Ketua DPR Setya Novanto memantik kalangan mahasiswa getol mengkampanyekan ‘Jujur Harga Mati’.
#SaveBakpao inilah yang menjadikan jargon mahasiswa Universitas Surabaya (Ubaya) yang diaplikasikan melalui seni tari. Sebanyak 13 mahasiswa yang tergabung dalam Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Tari Ubaya mengkreasikan bentuk kritikan melalui koreo gerak modern dance.
Tarian berdurasi lima menit dengan menggunakan properti bakpao yang ditempel di kepala menandakan sebagai bentuk menyuarakan kejujuran. Salah satu mahasiswa memeragakan gerak tablo dengan make up warna hitam pekat menandakan sebuah tiang listrik. Setting panggung di Gazebo FIK kampus Tenggilis ini menggambarkan tragedi kecelakaan tersangka korupsi e-KTP hingga muncul akun-akun satir terkait insiden tersebut.
“Kita harus jujur. Jika melihat bakpao dan tiang listrik itu artinya jujur. Melalui kampanye tarian bakpao menjadikan contoh bahwa kejujuran itu sangat penting,” kata Pembina UKM Tari Ubaya Guguh Sujatmiko disela pentas tarian bakpao, Selasa (21/11) kemarin.
Menurut Dosen Fakultas Industri Kreatif ini menyebut bahwa tarian bakpao sebagai langkah awal bahwa mahasiswa Ubaya harus bersikap jujur. Mulai pada saat mahasiswa mengerjakan Ujian Tengah Semester (UTS) dan Ujian Akhir Semester (UAS).
“Semoga saja langkah ini bisa di contoh masyarakat secara luas,” terangnya. Ditanya mengenai tarian bakpao sebagai bentuk kritikan kepada Setya Novanto, Guguh justru menjabarkan bahwa lebih dari itu. Pasalnya, sebuah kejujuran bukan hanya dari kalangan elit politik saja, melainkan masyarakat pada umumnya.
“Karena kasus ini (korupsi e-KTP, red) sangat besar dan masih hangat, kami berharap bukan kasusnya yang diingat. Tapi kami berusaha masukkan ke hal-hal positif yaitu memegang teguh kejujuran. Bakpao dan tiang listrik sebagai simbol kejujuran,” jelasnya.
Sementara, Ketua UKM Tari Ubaya, Elyna Artha menuturkan proses pemilihan gerak dan tema tari bakpao membutuhkan waktu tiga minggu lamanya. “Tarian ini merupakan bentuk menyuarakan kejujuran kepada mahasiswa di lingkungan kampus Ubaya,” terangnya.
Para penari bakpao, lanjut mahasiswa semester V Fakultas Bisnis dan Ekonomika, memakai ikat kepala untuk menempelkan bakpao dengan diameter 10 sentimeter dan berkostum atasan serba putih laiknya pemain pantomim. Dimana di sekujur wajah di cat putih.
“Harapannya dengan adanya kampanye ini, kami organisasi di Ubaya dengan bersikap jujur dan menolak untuk melakukan hal yang merugikan Negara seperti korupsi,” tandasnya. [geh]

Tags: