Presiden Serahkan 8950 Sertifikat dan Bantuan Mesin

Gubernur Jatim, Dr. H. Soekarwo, SH. M.Hum disaksikan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya Bakar, Menteri BUMN RI Rini Mariani Soemarno, Direktur Utama BNI Achmad Baiquni, dan Direktur vBisnis Kecil dan Jaringan BNI Catur Budi Harto.tengah berbincanbg-bincang dengan Presiden Ri, Ir. H. Joko Widodo (baju putih) sebelum Presiden menyerahkan beberapa mesiun traktor kepada petani di Dungus Kecamatan Wungu Kab Madiun, Senin (6/11). [sudarno]

Kab Madiun, Bhirawa
Presiden Republik Indonesia Ir. H. Joko Widodo menegaskan dalam program kerjanya telah keliling mulai dari Sabang sampai Merauke Papua, yang diprioritaskan adalah urusan penyelesaian sertifikat kepemilikan tanah bagi warga. Sekarang ini dari 120 juta kepemilikan tanah daru bisa disertifikatkan 46 juta.
Sedangkan di Madiun telah diserahkan 8.950 bidang sertifikat tanah milik warga dan diharapkan pada 2019 Madiun sekitarnya bisa 100 % terlayani pensertifikatan tanah. Sedang untuk Jatim tahun 2023 baru bisa terlayani 100 %. Selain menyerahkan sertifikat, presiden juga memberikan bantuan mesin kepada warga.
“Sertifikat ini penting dan berharga bagi kita semuanya yang memilikinya. Masalahnya, meski ini hanya berupa kertas/buku, namun bisa untuk anggunan atau dapat dijaminkan ke bank untuk dipinjaman uang guna modal usaha.,”kata Presiden RI Joko Widodo pada acara penyerahan sertifikat tanah untuk rakyat di Dungus Kecamatan Wungu Kab Madiun dan di Alun-Alun Mejayan Kab Madiun, Senin (6/11).
Kesempatan itu hadir pula, Gubernur Jatim, Dr. H. Soekarwo, SH. M.Hum,Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya Bakar, Menteri BUMN RI Rini Mariani Soemarno, Direktur  Utama BNI Achmad Baiquni, dan Direktur vBisnis Kecil dan Jaringan BNI Catur Budi Harto
Masih menurut presiden yang akrab disapa Jokowi itu, petani atau masyarakat yang sudah memiliki sertifikat seperti yang telah diterima pada hari ini, bisa untuk dianggunkan atau dijaminkan ke bank untuk pinjam uang guna modal usaha. “Kalau pinjam uang ke bank atau melalui KUR , ya di kira-kira mampu mengangsurnya berapa. Sehingga nantinya sertifikatnya tidak hilng,”tuturnya.
Presiden RI mengingatkan dirinya tidak segan-segan untuk mencabut ijin pemanfaatan lahan jika para petani yang malas mengelola lahan pertanian. Menurutnya, masyarakat sudah dipermudah dengan diberikan ijin pemanfaatan hutan untuk jangka waktu 35 tahun.  ” Saya akan melakukan evaluasi selama 6 bulan. Apabila ada petani yang tidak memanfaatkan dnegam baik, maka ijin akan dicabut,” tegasnya.
Dalam cara tersebut, telah diserahkan sebanyak 8.950 bidang sertifikat. Terdiri, Kabupaten Madiun 5.000 Sertifikat, Ngawi 2.500 sertifikat, Nagetan, 1.000 sertifikat, Kota Madiun 200 sertifikat dan Ponorogo 250 sertifkat.
Ditemui ditempat yang sama Gubernur Jatim, Dr. H. Soekarwo menyambut baik keluarnya ijin pemanfaatan hutan kawasan hutan negara oleh masyarakat yang dilindungi pemerintah dalam bentuk pengakuan dan perlindungan kemitraan perhutanan. Alasannya, pemberian ijin tersebut, akan meningkatkan masyarakat yang sejahtera.
“Pemberian ijin ini merupakan penantian panjang masyarakat dalam terciptanya rasa aman dan nyaman dalam mengelola hutan dan masyarakat harus lebih produktif dalam memanfaatkan hutan agar bisa memberikan nilai tambah,” ujarnya.
Dijelaskan, dengan diberikan ijin, masyarakat tidak perlu mengurus perpanjangan ijin tiap tahunnya. Masyarakat diberikan keleluasaan dalam pengelolaan hutan pemerintah yang  berlaku selama 35 tahun. “Masyarakat bisa memanfaatkan secara maksimal dan tentunya disesuaikan dengan wilayahnya cocok ditanami apa,” ungkap Pakde Karwo.
Gubernur Jatim itu menuturkan, pihaknya juga memberikan pelatihan kepada petani agar bisa meningkatkan SDM. Selain itu, Pemprov Jatim juga memberikan bantuan alat pertanian, seperti  granul dan cooper.”Sebagai contoh, dilakukan pelatihan ekstrak porang. Dengan tujuan meningkatkan nilai tambah petani agar memperoleh hasil yang lebih besar,” ucapnya.

Bantuan Mesin
Sementara itu  Pada kesempatan yang sama, BNI memberikan bantuan CSR yang disesuaikan dengan kebutuhan petani. Untuk petani di Madiun, Tulungagung danTuban, BNI membantu Mesin Kultivator (pengolahtanah) 5 unit, PenanamJagung 15 unit, Pemipil Jagung 5 unit, dan Pompa Air 12 unit.
Direktur Utama PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI Achmad Baiquni mengungkapkan, untuk mewujudkan cita-cita mensejahterakan masyarakat penggarap lahan hutan, BNI dilibatkan sebagai lembaga keuangan yang dapat menyalurkan pembiayaan sekaligus mempercepat peningkatan literasi keuangan di kawasan hutan terutama lahan kritis atau lahan gundul sekitar hutan.Untukitu, BNI mengajak para petani penggarap lahan hutan menjadi masyarakat yang  aktif melakukan transaksi perbankan, dan mengubah mereka dari masyarakat  yang bukan nasabah menjadi nasabah BNI.
“Memperluas jangkauan bantuan untuk para petani penggarap lahan hutan kepada lebih dari 1.600 petani yang mengelola di kawasan hutan Madiun, Tulungagung, danTuban  Jatim. Pada tahap pertama, BNI menyalurkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) kepada sekitar 678 petani penggarap lahan hutan sebesarRp 3,2 miliar dan mendistribusikan lebih dari 1.000 KartuTani yang dapat digunakan untuk menerima dan menggunakan KUR,” kata Achmad Baiquni . [dar,iib]

Tags: