PPK dan PPS Madura Siap Langsung Bekerja

Ketua KPU Pamekasan, Moh Hamzah, sedang melantik 567 anggota PPS (Panitia Pemungutan Suara) di gedung Baperwil Pamekasan. [syamsudin/bhirawa]

Pamekasan, Bhirawa
Setelah melantik dan mengambil sumpah 65 anggota PPK. Ketua KPU Kabupaten Pamekasan, Kamis (23/11) melantik 567 orang Panitia Pemungutan Suara (PPS) yang akan ditempatkan di 178 Desa dan Sebelas Kelurahan se Kabupaten Pamekasan.
Acara pelantikan, berlansung di Gedung Baperwil ini, dihadiri Wakil Bupati Pamekasan, Forpimda, Plt Sekda, kepala OPD, Forpimka dan beberapa tamu undangan lainnya.
Ketua KPU Pamekasan Moh. Hamzah menyampaikan, bahwa tugas PPS ini sebagai panitia penyelenggara Pilkada serentak 2018, lebih berat dari sebelumnya. “Oleh karenanya, kepada PPS yang sudah dilantik bila sampai di lokasi, untuk segera berkoordinasi dengan pihak terkait yang mungkin nantinya bisa memperoleh fasilitas,” katanya.
Hamzah juga berpesan, bahwa meskipun nuansa pilkada tapi kebelakang aromanya sama dengan pemilihan legislatif (Pileg) 2019. “Konsentrasi kerja dan pelaksanaan tugas PPS di lapangan harus betul-betul tercurah kepada soal-soal pilkada, jangan yang lain,” ujarnya.
Sementara Wakil Bupati Pamekasan, Khalil As, ary, dalam pengarahannya mengatakan, PPS merupakan pencerminan yang menentukan kualitas pada pilkada 2018. Karena PPS yang nantinya akan berhadapan dengan masyarakat secara langsung, diharapkan tidak munculnya berbagai persoalan sampai proses Pilkada selesai.
Khalil berpesan, agar semua anggota PPS menjalankan semua peraturan sesuai dengan perundang-undangan yang ada. “Selama berpijak pada peraturan perundang-undangan yang ada, maka saudara tidak akan pernah surut di dalam menghadapi hal-hal yang ada, namun harus tegas tapi lembut,” pinta mantan Ketua DPRD Pamekasan ini.
Sementara Anggota Panitia Pemungutan Suara (PPS) Se-Kabupaten Sampang resmi dilantik setelah pengambilan sumpah/janji di Gedung PKPRI Trunojoyo Kabupaten Sampan, Kamis (23/11). Ke 558 PPS yang dilantik, akan di tempatkan di 186 Desa dan Kelurahan, 14 Kecamatan se-Kabupaten Sampang.
Acara pelantikan dan pengambilan sumpah para penyelenggara pesta demokrasi pemilhan Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Sampang Tahun 2018 mendatang, disaksikan oleh jajaran komisiner KPUD Sampang, Panwaskab, dan Bupati Sampang serta sejumlah pejabat teras lainnya.
Dalam sambutannya, Syamsul Muarif mengatakan, bahwa pelantikan tersebut merupakan amanah dari Peraturan Komisi Pemilihan Umum Republik Indonesia Nomor 3 Tahun 2015.
” Kepada anggota PPS yang telah dilantik, ada beberapa hal yang saya ingin sampaikan, diantaranya, pertama, agar bekerja dengan jujur, penuh semangat, disiplin, serta saling koordinasi sehingga apapun persoalan yang muncul dapat kita selesaikan. Kedua, jagalah kode etik penyelengara pemilu dengan tidak melibatkan diri atau memihak kepada salah satu peserta pemilihan. Dan yang terakhir, berikanlah pelayanan terbaik kepada masyarakat sesuai dengan tugas dan wewenang yang diamanahkan oleh undang-undang,” paparnya.
Setelah dilantik, anggota PPS menandatangani berita acara pelantikan yang diwakili oleh delapan orang dari 14 kecamatan dan disaksikan oleh Bupati Sampang dan Kapolres Sampang.
Seperti pemberitaan sebelumnya, komisi pemilihan umum (KPU) Kabupaten Sampang sebelum pelantikan PPS, pada tanggal 18 November 2017, menganulir keputusan awal, dengan menganti 12 panitia pemungutan suara (PPS) yang lulus tes wawancara dalam pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Timur serta Bupati dan Wakil Bupati Sampang 2018, karena diketahui bermasalah.(din.lis)

Tags: