Pilih Rekreasi Terdekat

Foto Ilustrasi

Pekan akhir November diprediksi bakal turun hujan (disertai petir). Hampir di seluruh daerah se-peta Jawa digelayuti arak-arakan mendungtebal dan menghitam. Sebelumnya hujan telah turun lebat, walau tak lama, tetapi cukup merendam beberapa kawasan. Seluruh pesawat akan diguncang, dan bisa mengarah turbulensi (naik turun tiba-tiba). Di laut, beberapa perairan berpotensi memiliki tinggi gelombang sampai 4 meter, bisa “menelan” kapal berbobot kurang dari 3000 dwt.
Bahkan banyak pelabuhan melakukan jeda operasional. Area wisata pantai dan wisata alam (air terjun di perbukitan) juga tutup.Maka perlu pertimbangan cermat untuk melakukan perjalanan jarak jauh, dengan kapal laut maupun maskapai penerbangan. Terutama kebiasaan rekreasi (wisata) akhir pekan. Andai harus dilakukan, seyogianya memilih tujuan wisata terdekat yang tidak membutuhkan perjalanan cukup lama.
BMKG (Badan Meteorologi Kegempaan dan Geofisika) memberitahukan hadirnya awan tebal disertai petir. Angin dan badai bisa datang di darat (berupa puting beliung), bisa di laut, juga bisa di udara. Beberapa bandara juga sering men-delay penerbangan. Antaralain bandara Husein Sastranegara (Bandung), bandara Adisucipto (Yogya), bandara Abdurrahman Saleh (Malang) serta bandara Sultan Badarudin (Palembang). Perjalanan udara terasa bagai sport jantung.
Perjalanan darat, tak kalah miris. Sepanjang jalan menuju tempat wisata, sudah nampak licin dan basah pula akibat diguyur hujan. Lalulintas jalan akan sibuk oleh mobil pribadi maupun angkutan (bus) wisata yang disewa. Salahsatu kawasan paling favorit di Jawa Timur, Kota Batu (dan Malang raya), selalu macet. Dibutuhkan waktu tempuh sampai tujuh jam perjalanan dari Surabaya. Dalam keadaan normal, seharusnya hanya dua jam.
Kawasan wisata paling populer yang lain di Jawa selalu nampak antrean panjang pada akhir (dan awal) pekan. Situasi macet total terjadi pada jalur Bandung ke Lembang (sampai Cikole) di kabupaten Bandung Barat. Jarak tempuh normal hanya satu jam, bisa terulur sampai empat jam. Kemacetan mulai keluar kampus Universitas Pajajaran, sampai taman hutan makam (pahlawan) Otto Iskandardinata.Begitu pula jalur Ciawi (Bogor) ke puncak Cipanas, biasa macet mulai lepas asar (pukul 16:00).
Begitu pula jalan alternatif, biasanya lebih miris karena licin dan tertutup kabut. Kewaspadaan selama di perjalanan mesti ditingkatkan. Sudah sangat banyak korban harta, raga dan jiwa, terbuang sia-sia di jalan raya.Karena itu perlu ekstra waspada, terutama pada tujuan wisata alam (plantations tour) saat di pantai atau di pegunungan. Bencana longsor dan badai bisa datang tiba-tiba. Wisata pegunungan sudah sering menelan korban jiwa, karena longsor.
Tragedi kecelakaan sebagian besar disebabkan kendaraan yang tidak dipersiapkan secara baik. Sistem rem utama, dan kincup roda depan, sering menjadi kendala keselamatan berkendaraan. Selain itu perlu sopir ahli dan memahami jalan yang dilintasi menuju area wisata. Kesalahan manusia dibalik stir kendaraan, menjadi faktor utama kecelakaan. Kesalahan umumnya berupa tidak terampil, ugal-ugalan, sampai dibawah pengaruh narkoba dan miras.
Kewaspadaan di dalam arena wisata juga tak kalah pentingnya. Banyak aksiden terjadi, umumnya disebabkan kelalaian dan pengelolaan yang kurang memadai. Ada tempat wisata yang kurang memperhatikan keselamatan, kurang perawatan. Sampai menyebabkan korban jiwa. Begitu pula di kawasan pantai, diperlukan lebih banyak penjagaan. Pendampingan tim resque (penyelamat) dan sarana pertolongan pertama wajib disiagakan.
Maka misi wisata sebagai re-kreasi mesti dijaga benar. Serta tetap berlaku sopan dan waspada. Harapan rekreasi seyoginyanya tidak berubah menjadi musibah bencana. Namun sebenarnya rekreasi di rumah, bercengkerama dengan keluarga, juga tak kalah hebat manfaatnya.

 ——— 000 ———

Rate this article!
Pilih Rekreasi Terdekat,5 / 5 ( 1votes )
Tags: