Petani Garam Pemegang SHM di Pamekasan Desak Lahan Dikembalikan

Kedepan Petani Garam menunjukan sertifikat hak milik yang dikeluarkan BPN Pamekasan. [syamsudin/bhirawa]

Pamekasan, Bhirawa
Sebanyak delapan orang petani garam yang mengantongi SHM (Sertifikat Hak Milik) meminta lahan miliknya dikembalikan. Pasalnya, lahan seluas 15,3 ha, berlokasi di Dusun Trokem Desa Majungan, Kecamatan Pademawu malah digarap pihak lain.
Dikuasainya lahan garam sampai sekarang itu. Sebenar milik, masing-masing Rahman, Jusuf, Ahmad Zahri, Ali Huddin, Syukur P SInawar, Mohamad Saleh, Ibrahim Abdul Hannan dan Zainal PMarsuki. Kedelapan orang itu tercatat sebagai pemegang sertifkat SHM terbitan BPN Pamekasan atas lahan pengolahan garam seluas 15,3 Ha yang dipecah jadi 14 lembar SHM.
Ruspandi, salah seorang keluarga pemilik SHM menjelaskan, upaya penguasaan kembali lahan miliknya telah berlangsung berkali-kali. Namun ada perlawanan sengit dari pihak warga penggarap. Proses hukum juga telah ditempuh dan kini masuk tahap kasasi.
“Langkah hukum lain, kami melaporkan aksi penyerobotan lahan tambak garam itu ke polisi. Terakhir kami melapor pengusaan lahan status quo itu ke Polda Jatim,” ujar Rusfandi sembari menunjukkan salinan surat laporan ke Mapolda Jatim, Rabu
(22/11).
Dalam surat laporan Ke Polda Jatim, sang pelapor beratas nama Syafii (62) yang beralamat di Dusun Laok Tambak, Desa Padelegan, Pamekasan. Surat laporan bernomor TBL/1280/x/2017/LM/JATIM 16 Oktober 2017 itu ditandatangani Kompol Santoso Albasor.
Adapun terlapor adalah Raji alias Pak Sipah bin Talib yang beralamat Dusun Trokem, Desa Majungan, Pamekasan. Atas laporan itu, polisi menjerat terlapor dengan pasal 167, pasal 385 dan pasal 64 KUHP.
Ruspadi menegaskan, laporan ke polisi itu dipicu oleh tidak konsistennya Raji selaku terlapor. Pasalnya, kedua belah pihak telah sepakat untuk tidak saling menggarap lahan, pada 7 Mei 2012 lalu, ikrarnya disepakati.
Namun, kata Ruspadi, lahan berstatus quo itu malah digarap seluruhnya oleh pihak terlapor. “Memang upaya hukum, kami terus tempuh. Kami juga minta keadilan. Semoga penyidik dapatnya menyidik secara adil, agar lahan itu kembali ke pemilik sah,” harap Rusfandi. [din]

Tags: