Persuasif Hadapi Teroris?

karikatur ilustrasi

Penegakan hukum terhadap pelaku makar dan terorisme, tidak hanya dilakukan secara “hantam kromo.” Melainkan bisa dilakukan secara persuasif tanpa baku tembak. Pemerintah kini sedang mencoba lebih “ramah”untuk membebaskan lebih dari seribu jiwa sandera di (dua desa) Papua. Tetapi pemerintah tidak boleh selalu menuruti tuntutan teroris, karena bisa menjadi modus yang selalu berulang. Bukankah Indonesia memiliki beberapa detasemen pasukan elit yang kesohor?
Penyanderaan di Papua, dipastikan bermotif ekonomi. Motif ini menjadi tren teroris, telah kerap dilakukan terhadap Indonesia. Selama setahun (2016) lalu, setidaknya terjadi tujuh kali terorisme penyanderaan bermotif ekonomi. Berdasar telaah intelijen, penyanderaan selama tahun 2016 lalu, dilakukan oleh kelompok Abu Sayyaf. Berdasar kalkulasi kantor berita AP (Associated Press), dalam setahun nilai tebusan kelompok Abu Sayyaf bisa “ber-omzet” hampir Rp 200 milyar.
Nama Abu Sayyaf, bukanlah milik individu (per-orangan), melainkan nama kelompok. Abu Sayyaf, artinya “pemagang pedang” (milisi aktif bersenjata). Kelompok teroris yang bermarkas di pulau Jolo, dan Basilan (Filipina Selatan), tergolong yunior. Pemimpin (dan anggota) Abu Sayyaf, semula anggota MNLF (Fron Pembebasan Nasional Moro). MNLF yang dipimpin Nur Misuari, memilih akur dengan pemerintah Filipina.
Tuntutan MNLF dipenuhi, wilayah-wilayah dengan mayoritas muslim di Filipina Selatan, diberi status otonomi. Daerah otonom bernama ARMM, meliputi pulau utama Maguindanao, dan Lanao del Sur, serta propinsi kepulauan Sulu, Tawi-Tawi, dan Basilan. Nur Misuari, menjadi gubernur pertama Mindanao Muslim (ARMM), tahun 1996.Sebagai politisi muslim Asia Tenggara, Nur Misuari dikenal memiliki hubungan “spesial” dengan beberapa politisidiIndonesia. Termasuk kalangan militer.
Ternyata, pimpinan kelompok Abu Sayyaf (Khaddafi Janjalani), masih unggah-ungguh khas Melayu. Sering tunduk pada senior, terutama Nur Misuari, yang dianggap sebagai pejuang sekaligus pendiri negara muslim Moro Filipina. Sehingga, beberapa kali pemerintah Indonesia (secara informal) menggunakan “jasa” Nur Misuari untuk pembebasan sandera.Sebanyak 16 sandera WNI, dan seorang warga negara Norwegia, dibebaskan Abu Sayyaf, dengan perantara Nur Misuari.
Modus penyanderaan kapal (beserta muatannya yang mahal) sering terjadi di perairan Filipina Selatan. Juga di sekitar perairan Sabah (Malaysia). Konon, manakala menggunakan “jasa” Nur Misuari, harga tebusan bisa lebih murah. Bahkan sampai tanpa tebusan uang, cukup di-barter dengan kain atau bahan pangan. Hukum internasional, memperkenankan barter tebusan (jika terpaksa). Tetapi dilarang mem-barter berupa senjata maupun amunisi.
Kepolisian Daerah (Polda) Papua, serta Kodam XVII Cendrawasih, hampir memastikan penyanderaanbermotif ekonomi. Konon penyanderaan dilakukan oleh OPM (Organisasi Papua Merdeka), di dekat operasional perusahaan tambang Freeport, di Tembagapura, Mimika, Papua. Penyanderaan dilakukan di kampung Banti, dan Kimbely, area ladang penambangan (emas) tradisional. Sebanyak 1.300 jiwa, terkurung aksi teroris.
Nyaris tiada warga selain etnis Papua yang disandera, karena lokasinya berada di pedalaman Mimika. Penambangan biasa terjadi di sungai dangkal di kawasan Tembagapura. Selain emas, jenis logam tembaga mudah diperoleh warga, dengan cara sangat sederhana. Tiga pekan sebelumnya, kelompok teroris (sekaligus pemberontak) telah menembak mati seorang anggota Brimob, saat pengejaran dan baku tembak.
Sejak dilantik menjadi Presiden, Jokowi telah berjanji akan memilih cara tanpa kegaduhan senjata untuk penyelesaian masalah di Papua.Termasuk pembebasan tahanan politik. Kini menyusul pembangunan infrastruktur sedang di-geber untuk membuka ke-terisolasi-an Papua.Diharapkan meluluhkan kelompok makar dan terorisme.
Cara “kemanusiaan” niscaya harus disertai pembinaan paradigama ke-ideologi-an. Karena teroris juga manusia. Andai tidak mau menyerah? Tiada jalan lain kecuali ditumpas dengan pedang hukum setimpal.

——— 000 ———

Rate this article!
Persuasif Hadapi Teroris?,5 / 5 ( 1votes )
Tags: