Kontraktor Kab.Mojokerto Terancam Denda Rp5 Juta Perhari-Blacklist

Proyek pasar Les Padangan menyisakan pekerjaan yang relatif berat namun proyek ini lewat dari jadwal. [kariyadi/bhirawa]

(Proyek Meleset)
Kab. Mojokerto, Bhirawa
Kontraktor pekerjaan proyek Pasar Rakyat Les Padangan, Kabupaten Mojokerto PT Yege Putra Mas (YPM) senilai Rp 5.614.062.000 dipastikan terkena denda. Sesuai aturan denda yang harus dibayar yakni sekitar Rp 5 juta perhari dan nama kontraktor di blacklist.
Pekerjaan alih fungsi terminal itu hingga kemarin masih terlihat dengan menuntaskan pekerjaan yang menyisakan proses finishing. Kondiso ini melampaui Surat Perintah Kerja (SPK) Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) yang diteken pihak PT YPM 135 hari lalu.
Kadisperindag Kabupaten Mojokerto, Bambang Purwanto menyatakan telah menerjunkan pengawas lapangan. “Bila melampaui masa pekerjaan sesuai SPK jelas kami denda. Toleransinya ya sampai akhir tahun. Jika lewat tahun ini maka pasti akan kami blacklist, jadi tenang saja kami berlaku tegas terhadap rekanan,” tegas Bambang dihubungi lewat telpon selulernya, Rabu (22/11).
Untuk memantau pekerjaan rekanannya, pihak Disperindag telah menerjunkan timnya, kemarin. “Hari ini tadi kami telah menerjunkan TPHP (Tim Penerima Hasil Pekerjaan, Red) ke lapangan. Karena pekerjaan PT YPM telah melampaui kontrak, maka jelas kami kenai sanksi sesuai regulasi yang ada, ” tandasnya.
TPHP, lanjut Bambang, mulai menghitung item-item mana saja yang sudah selesai dikerjakan dan yang belum.
Disinggung soal kwalitas pekerjaan, ia mengatakan bakal tetap mempertimbankannya. “Akan kami lihat mana-mana saja yang kurang, dan kami minta dibenahi dalam tahap pemeliharaan. Masa pemeliharaan pada saat tiga bulan usai penyerahan,” imbuhnya.
Ia juga berharap adanya partisipasi masyarakat. “Untuk upaya pengawasan kami berharap peran serta masyarakat sehingga hasil pekerjaan dapat segera dirasakan dengan hasil atau kwalitas yang baik,” pungkas ia.
Kontraktor proyek Pasar Rakyat Les Padangan, PT YPM terancam blacklist. Rekanan pemenang tender proyek Belanja Jasa Konstruksi Fisik diprediksi gagal menuntaskan pekerjaan yang bersumber dari APBN 2017 hingga jatuh tempo pukul 24.00 WIB Selasa (21/11) tengah malam.
Namun prediksi ini dimentahkan Direktur PT YPM H Yunis. Ia menyatakan jika pihaknya tak bakal mengajukan penambahan waktu. “Tak perlu mengajukan adendum, ngapain wong ini nanti selesai. Pokoknya besok tuntaslah. Wong ini tinggal bersih-bersih saja,” tepisnya.
Ia juga juga terkesan menganggap enteng sisa beban pekerjaan yang ada. “Kalau soal pemasangan keramik dan paving ini pekerjaan gampang, jawabnya.
Soal pembongkaran pagar, ia mengatakan itu tak masuk item pekerjaan. “Kita diserahi pekerjaan pembongkaran pagar, tapi itu sebenarnya tidak masuk RAP. Tapi nggak apalah nanti kita selesaikan,” pungkasnya.
Faktanya, hingga siang kemarin masih terlihat belasan pekerja dilokasi. Mereka duduk-duduk sambil menunggu masa istirahat. Sejumlah bidang paving masih terlihat bolong di halaman. Demikian dengan tumpukan material di halaman depan dan luar proyek. [kar]

Tags: