Inovasi PUPR Sidoarjo, Meningkatkan Jalan Mulus Lebih Halus Lagi

Bandingkan jalan mulus yang sudah diuruk sirtu

Sidoarjo, Bhirawa
Inovasi dinas PUPR Sidoarjo untuk meremajakan Jl Sultan Agung (depan kantor DPRD) cukup mengesankan, jalan aspal mulus dan nyaris tanpa lubang dan bopeng ditingkatkan dengan anggaran lebih Rp 2,4 miliar.
Berada di jantung kota kondisi aspal Jl Sultan Agung mulai dari Rumdin Wabup hingga perempatan Ramayana dilapisi aspal kualitas 1. Sepanjang jalan 1 km ini tidak ada lubang jalan, saking mulusnya. Karena itu banyak yang heran ketika jalan yang mulus ini diuruk sirtu, sejak Selasa (21/11) dini hari. Ada 70 truk kecil menurunkan sirtu mulai dari depan kantor DPRD. Jalan aspal yang tadinya mulus langsung lenyap tertimbun urukan sirtu. “Selaku anggota fraksi PKB, saya sangat menyayangkan dinas yang tidak mampu memilah mana program yang merupakan kebutuhan masyarakat dan mana hanya menjadi keinginan OPD nya,” kata Damroni Chudlori,” ucapnya.
Kalua peningkatan jalan di Jl Sultan Agung alasannya untuk menanggulangi banjir di situ, menurut anggota komisi B ini, bukan jalannya yang harus ditinggikan ttapi salurannya yang harus dibenahi. Baik kedalaman dan lebarnya. Selama ini genangan yang terjadi di jalan-jalan lebih disebabkan drainasenya yang tidak berfungsi. “Jangan sampai kakinya yang keseleo, yang dibalsem tangannya. Itu tidak menyelasaikan masalah,” tegasnya.
Kalau memang jalan harus ditinggikan karena alasan kuatir banjir, akan tetap timbul genangan selama drainase Jl Sultan Agung tidak diperbaiki.bisa saja pemasangan box culvernya tidak memperhatikan elevasi dan tidak ditimbang, airnya bias mengalir atau tidak.
Ahmad Gozi, pemerhati lingkungan, menyoroti bagaimana analisa penganggarannya di komisi C. masih banyak jalan rusak yang perlu perhatian, contohnya seperti jalan di perbatasan Sidoarjo dengan daerah lain. “Masak Gresik, Sidoarjo,Pasuruan jaannya lebih mulus, padahal APBD nya di bawah Sidoarjo, ” katanya.
Apabila perencanaan drainase tidak baik, otomatis akan selalu timbul genangan dan banjir di mana-mana. Solusinya adalah drainase, bukan peninggian jalan. Solusi PUPR melakukan peninggian jalan, justru beresiko bagi masyarakat karena genangan akan meluber di rumah penduduk yang rumahnya di bawah jalan.
Ketua Fraksi PKB, Ahmad Amir Aslichin, menegaskan, bahwa peningkatan ini untuk mengalirkan air masuk saluran saat hujan lebat.
Kabid Peningkatan Jalan Dinas PUPR, Ir Judi Tetrahastoro, mengatakan, peninggian jalan merupakan program yang harus dilaksanakan karena di depan masjid Agung ada cekungan. Sering ada genangan. “Masak, depan Masjid Agung ada cekungan,” terangnya.
Ia membenarkan, memang drainase penting, namun untuk membangun box culver Jl Sultan Agung membutuhkan anggaran yang sangat besar. Pekerjaan peningkatan jalan dikerjakan rekanan dari Surabaya.(hds)

Tags: