Genjot Pemasaran UKM Jatim, Pemprov Siap Gandeng Lazada dan Bukalapak

Kabid Pemasaran dan UKM Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Jatim Drs Achmad Basuki MSi menjadi salah satu pembicara dalam acara Focus Group Discussion (FGD) bertema Kiat UKM dan Perbankan Hadapi Perubahan Pola Konsumsi Masyarakat di Hotel Amaris Bintoro, Kamis (23/11). [titis/bhirawa]

Surabaya, Bhirawa
Untuk menggenjot pemasaran UKM di Jatim, Pemprov melalui Dinas Koperasi dan UKM Jatim berencana menggandeng situs-situs e-commerce yang beken di Tanah Air. Untuk tahap pertama, situs yang siap diajak kerjasama adalah Lazada dan Bukalapak. Sedangkan target realisasi kerjasama dimulai 2018.
“Untuk dua situs e-commerce yakni Lazada dan Bukalapak sudah ada pembicaraan, tinggal mengerucutkan ke persoalan teknis. Target kami 2018 kerjasama sudah bisa dijalankan,” kata Kabid Pemasaran dan UKM Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Jatim Drs Achmad Basuki MSi ditemui usai acara Focus Group Discussion (FGD) bertema Kiat UKM dan Perbankan Hadapi Perubahan Pola Konsumsi Masyarakat di Hotel Amaris Bintoro, Kamis (23/11).
Dijelaskan Basuki, kerjasama dengan situs e-commerce ini mendesak dilakukan karena saat ini bisnis online makin diminati seiring meningkatnya jumlah pengguna internet, murahnya gadget canggih dan kemudahan transaksi perbankan online. Saat ini, belanja online dinilai tidak hanya menghemat waktu tetapi juga dapat memberi peluang konsumen mendapat harga terbaik. Tren berbelanja via online makin booming, dan mengikis cara berbelanja konvensional.
Pergeseran pola berbelanja ini di sejumlah negara kata Basuki telah membuat banyak tenan dan mal besar gulung tikar. Fenomena ini yang diantisipasi oleh Pemprov Jatim untuk membantu memasarkan produk UKM Jatim di tengah pesatnya kemajuan bisnis online. “Selama ini kami telah membantu pemasaran UKM Jatim, namun lebih banyak offline. Mulai menampung display produk UKM di dua gedung yang kami miliki di sebelah kantor Dinas Koperasi dan UKM, membantu pemasaran lewat pameran di dalam dan luar negeri. Saat ini karena tuntutan zaman, kami harus serius masuk ke pasar online,” katanya seraya menyebut jumlah UKM Jatim mencapai 6,8 juta.
Mekanisme kerjasama nanti, kata Basuki, dengan menampung semua produk UKM Jatim dalam sebuah website tersendiri. Rencananya diberi nama Jatim online. Selanjutnya website itu dikonekkan dengan situs e-commerce yang banyak dirujuk masyarakat. “Semua UKM Jatim yang memiliki legalitas bisa ikut, dan gratis. Kami juga akan seleksi agar UKM yang berkualitas dan benar-benar ingin memperluas pasar yang kami bantu. Ini wujud kepedulian Pemprov Jatim di bawah komando Gubernur Soekarwo dan Wagub Saifullah Yusuf untuk membantu UKM Jatim,” katanya.
Direktur Pengawasan Lembaga Jasa Keuangan OJK Regional 4 Jatim Dani Surya Sinaga yang menjadi pembicara mengakui kemajuan bisnis online makin pesat dan makin menjadi pilihan masyarakat. Tak hanya dalam jasa transportasi, logistik, belanja, transaksi perbankan dan lain-lain. Perubahan masyarakat bertransaksi ini juga harus diantisipasi semua pihak termasuk stake holders.
Yang menarik, saat ini masalah permodalan yang disebut-sebut menjadi kendala kalangan UKM untuk memperluas pasar juga sudah ada solusi. “Ada kecenderungan para UKM tak lagi pinjam modal ke bank konvensional, karena saat ini banyak aplikasi Financial Technology (FinTech) yang menawarkan pinjaman berbasis teknologi informasi dengan bunga kompetitif dan proses cepat di antaranya www.amartha.com, www.investree.id. FinTech ini merupakan pasar keuangan baru yang mengintegrasikan teknologi dengan bidang keuangan,” katanya.
Ada 24 aplikasi yang menawarkan layanan pinjaman modal secara online. Dan sejak terbitnya Peraturan OJK No 77/POJK.01/2016 tentang Layanan Pinjam Meminjam Uang Berbasis, jumlah aplikasi bertambah menjadi 25. “Sejauh ini bisnis mereka aman, bisnis mereka jadi alternatif pembiayaan masyarakat,” katanya.
Dalam FGD kemarin juga dihadirkan pembicara lainnya yakni Regional Credit and Business Development Bank Mandiri Wilayah VIII Jatim Atta Alva Wanggai dan salah satu UKM sukses, Owner Kaos Sawoong yakni Kuncarsono Prasetyo. [tis]

Tags: